Rabu, 17 Oktober 2018 09:44 WIB
pmk

Nasional

Ratna Bohong ke Bawaslu, Kubu Prabowo Ogah Ambil Pusing

Redaktur: Redjo Prahananda

Ratna Sarumpaet

INDOPOS.CO.ID - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai memproses aduan terkait "kebohongan" Ratna Sarumpaet dengan memanggil Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf selaku pelapor, Kamis (11/10/2018) siang.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Mardani Ali Sera mengaku ogah ambil pusing. “Ya silakan saja semua punya hak asal sesuai koridor," kata Mardani kepada INDOPOS.

Meski begitu, Ketua DPP PKS ini hanya mengimbau agar pelaksanaan tahapan kampanye pemilu 2019 ini dapat memberi nuansa positif di masyarakat. “Mari jadikan pemilu ini indah. Dengan kontestasi karya dan gagasan," tutur dia menambahkan.

Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf memenuhi panggilan Bawaslu untuk memberikan klarifikasi terkait laporannya soal dugaan komitmen kampanye damai Timses Prabowo. Timses Jokowi menyiapkan dua saksi untuk memberikan keterangan.

"Kami dari Direktorat Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf hadir dalam rangka menghadiri undangan dari Bawaslu terkait mengenai laporan kami minggu lalu, di mana kami laporkan dugaan langgar kampanye damai yang dilakukan anggota Timses paslon nomor urut 02," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan, di kantor Bawaslu.

Irfan menjelaskan, terdapat dua saksi untuk memberikan keterangan ke Bawaslu. Selain itu TKN Jokowi-Ma'ruf juga telah membawa barang bukti berupa berita media online dan media sosial.

"Saksi dua orang. Hadir juga, dari Direktorat Hukum Jaya Butar Butar dan Eja Ibrahim. Kami siap menghadiri undangan dan melakukan wawancara atau klarifikasi terhadap Bawaslu," ujar dia. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ratna-sarumpaet #bawaslu 

Berita Terkait

IKLAN