Senin, 10 Desember 2018 06:09 WIB

Hukum

Bareskrim Akui Tangkap Ketua DPRD Samarinda di Bandara Soetta

Redaktur: Redjo Prahananda

Alphad Syarif

INDOPOS.CO.ID - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Ketua DPRD Samarinda, Alpard Syarif di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/9) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Alpard yang juga politisi Partai Gerindra ditangkap sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

"Tersangka diamankan setelah dari penerbangan Singapura," ungkap Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran saat dihubungi INDOPOS, Kamis (11/10).

Alpard ditetapkan tersangka penipuan dan penggelapan dengan pelapor Adam Malik, berdasarkan Laporan Polisi (LP) No: LP/B/1105/XI/2016/ Bareskrim tanggal 3 November 2016.

Meski ditetapkan tersangka, namun tersangka dianggap tidak koperatif karena sering menghindari panggilan pemeriksaan penyidik.

"Dikarenakan tersangka sudah dipanggil sebanyak dua kali namun tidak hadir untuk menghadap penyidik untuk memberikan keterangannya, oleh karena itu penyidik dari Unit 2 Subdit 1 Tipidter membuatkan surat untuk membawa tersangka dengan cara mendatanginya di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (16/9)," terangnya.

Namun saat didatangi oleh penyidik, Alpard sedang tidak berada di alamat rumahnya tersebut melainkan sedang di luar negeri.

"Setelah dilacak melalui sistem IT tersangka diketahui sedang berada di Singapura," jelas Fadil yang juga mantan Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim.

Dari data imigrasi dan manifest maskapai penerbangan Jet Star diketahui yang bersangkutan akan datang dari Singapura. Tersangka yang menggunakan pesawat Jetstar diperkirakan akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/9) sekitar pukul 20.00 WIB.

"Maka itu, tim langsung bergegas dari Samarinda menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Kemudian tim melakukan penangkapan bekerjasama dengan Imigrasi dan Polres Bandara, Soekarno-Hatta.
Selain mengamankan tersangka, penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah yang bersangkutan berdasarkan surat izin dari Pengadilan Negeri Samarinda.

"Saat ini tersangka dilakukan penahanan dan untuk berkas perkara sudah dikirim tahap I ke JPU (Jaksa Penuntut Umum)," jelas Fadil.

SUDAH TERSEBAR
Sementara itu di Samarinda, Kaltim Post mendatangi kantor DPRD Samarinda di Jalan Basuki Rahmad kemarin. Namun ruangan Alphad kosong. Dari luar, ruangan terlihat gelap. Informasi yang dihimpun media ini, hampir satu bulan pimpinan dewan tersebut tidak datang ke kantor.
Media ini kemudian menuju ruangan Sekretaris Dewan (Sekwan) Samarinda yang dijabat Pelaksana Tugas (Plt) Norhayati Usman. Namun pejabat yang akrab disapa Nunung itu sedang tidak di tempat. Kabarnya, Nunung sedang tugas di luar kota.
Adapun Wakil Ketua DPRD Samarinda Siswadi yang ditemui di gedung dewan mengaku belum menerima surat terkait penangkapan Alphad Syarif dari penegak hukum. Namun, dia mengaku sudah mendengar desas-desus penangkapan Alphad.
Dia mengatakan, informasi penangkapan itu baru diterimanya kemarin. Sehingga dia tidak ingin asal memberi pernyataan. Kalau memang Bareskrim menetapkan ketua DPRD Samarinda itu sebagai tersangka, secara administrasi mestinya pihaknya menerima surat tersebut.
“Apalagi Pak Alphad ada menelepon saya tadi (kemarin) sekitar pukul 13.00 Wita. Kata dia, kabar tersebut (penangkapan) tidak benar,” bebernya. “Pak Alphad bilang itu masalah lama. Saya juga tidak bertanya-tanya, bukan urusan saya. Tapi, masalah benar tidaknya, saya tidak mengetahui secara pasti,” tambah politikus PDI Perjuangan itu.
Hingga kemarin, kata dia, parlemen belum bisa membuat kesimpulan atas masalah penangkapan ketua mereka. “Urusan kelembagaan DPRD saya bertanggung jawab. Tapi urusan di luar, bukan hak dan kewajiban saya,” paparnya.
Siswadi mengungkapkan, meski Alphad ditahan di Bareskrim, kinerja anggota dewan tak berpengaruh signifikan. “DPRD sifatnya kolektif. Setiap pengambilan keputusan yang mengatasnamakan DPRD berdasarkan musyawarah atau keputusan bersama. Jadi, setiap pengesahan apapun, yang bisa hadir bisa menandatangani,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Samarinda Joha Fajal mengatakan, pihaknya juga belum menerima surat penetapan Alphad sebagai tersangka. Bila nantinya, pihaknya menerima surat tersebut, Setwan DPRD Samarinda akan segera memproses. “Itu wajib. Tapi, selama surat tidak ada, proses tidak ada. Ditunggu saja suratnya,” ujar dia.
Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengatakan senada dengan Siswadi. “Saya sudah mendapatkan kabar itu (penangkapan Alphad). Tapi, tidak tahu benar atau tidaknya,” ungkap dia. “Yang jelas, pengesahan APBD tidak akan terhambat. Masih ada pimpinan dewan lainnya yang bisa menandatangani,” lanjutnya.
Terpisah, Alphad Syarif yang dikonfirmasi Kaltim Post melalui sambungan telepon kemarin, enggan berkomentar banyak. Informasi yang tersebar luas itu dianggapnya tidak benar. “Tidak benar saya ditangkap (polisi),” katanya, singkat. (*/dq/ydh/pra/rom)


TOPIK BERITA TERKAIT: #alpard-syarif #ketua-dprd-samarinda #samarinda 

Berita Terkait

Pacar Mau Tanggung Jawab, Mahasiswi Pilih Aborsi

Nusantara

Kecelakaan yang Sangat Mengerikan

Nusantara

Ingin Buktikan Keperawanan Anak, Ayah Malah Ketagihan

Nusantara

Video Mesum Ini Gegerkan Samarinda

Nusantara

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Terancam Molor

Nusantara

IKLAN