Nasional

Berkat Upaya Bersama, Karhutla TN Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan

Editor: Darul Fatah

TUNTAS: Lokasi pemadaman kebakaran hutan. Foto: dokumentasi KLHK.

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu, 14 Oktober 2018. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) telah berhasil dipadamkan. Karhutla yang berawal pada akhir September lalu telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat. 

Sabtu pagi (13/10/2018), terpantau kepulan asap tipis di atas Blok Batu Arca dan Blok Bintangot. Sebanyak 23 orang dikirimkan untuk melakukan pendinganan (mopping up) kebakaran hutan dan lahan dan penyisiran antara Blok Batu Arca dan Bintangot.

Upaya-upaya terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi di TNGC. Petugas terus berkoordinasi dan disebar di sejumlah titik untuk mengantisipasi lahan yang berpotensi terbakar. 

Hasil dari rapat gabungan di Posko Lapangan Pasawahan antara BNPB, BPBD Prov/Kab, TNI, POLRI, dan aparat pemerintahan lainnya akan melakukan water bombing dengan Helikopter MI8 (kapasitas 4000 liter) melakukan water bombing sebanyak 12 kali (48.000 liter) untuk pendinginan area yang sudah terbakar.

Sampai dengan saat ini personil yang berada dilapangan berjumlah 50 orang yang berasal dari unsur TNGC, Masyarakat Peduli Api, TNI, POLRI, BPBD Kab.Kuningan, BNPB ,BPBD Prov. Jabar, Polhut Perhutani. Jalan terjal berbatu, kondisi bahan bakaran berupa alang-alang dan perdu yang mengering, serta arah angin yang berubah-ubah menjadikan pemadaman sulit dilakukan. 

Raffles B. Panjaitan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, mengungkapkan perlunya kerjasama dari semua pihak untuk menanggulangi kebakaran hutan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai. 

Sampai dengan saat ini, meskipun api sudah padam, tim dari TNGC masih terus melakukan patroli pemantauan jika masih terjadi kepulan asap. Lokasi kebakaran di wilayah kerja TNGC merupakan daerah perbukitan yang sulit dijangkau. Kebakaran di TNGC terjadi di lokasi bebatuan pada ketinggian 300–1600 Mdpl yang mempersulit tim pemadaman untuk mencapai lokasi dan melakukan pemadaman. 

Sampai dengan saat ini kawasan TNGC yang terbakar diperkirakan mencapai ± 1.310 Hektare. Sementara itu, api juga membakar kawasan Kebun Raya Kuningan sekira 19 Ha. Selain kerugian dikarenakan hutan dan lahan yang terbakar, api juga membakar 1 unit pondok wisata di Bukit Seribu Bintang (BSB) dan 4 unit motor ATV. (adv)

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter