Senin, 19 November 2018 02:33 WIB
pmk

Nasional

Ketua Dewan Cari Solusi Banjir

Redaktur: Achmad Sukarno

SERIUS- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi

INDOPOS.CO.ID - Jakarta harus segera mencari solusi penangan banjir. Sebab, dalam waktu dekat, musim penghujan akan tiba.

Sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi punya tanggung jawab besar soal perkembangan ibu kota. Dia tidak ingin Jakarta sebagai ibu kota menjadi sasaran banjir jika musim penghujan.
Sebelum musim hujan tiba, politisi PDIP yang akrab disapa Om P ini meminta Pemprov DKI Jakarta mencari solusi dan antisipasi banjir. Jangan sampai ketika air datang dan menggenangi rumah warga, pemprov baru sibuk.

Caleg petahana PDIP DPRD DKI Jakarta dapil Jakarta Pusat ini meminta pemprov segera membebaskan lahan agar normalisasi sungai berjalan lancar. Apalagi, normalisasi merupakan perintah pemerintah pusat.

"Normalisasi itu harus diteruskan, nggak bisa nggak. Karena sebentar lagi datang hujan, bagaimana mengelola airnya," kata Om P di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Om P mengatakan normalisasi dibiayai oleh APBN. Pemprov seharusnya mendukung penuh program tersebut.
"Sudahlah yang terbaik di teruskan. Sbetulnya kan kerja sama ada pelaksanaan yang dulu tinggal dilaksnakan aja. Kenapa pusing sekali, kan duitnya bukan dari kita," sebutnya.

Wajar jika Om P khawatir, sebab hingga saat ini ada sekitar 129 kelurahan rawan banjir. Karena ada delapan aliran sungai di DKI Jakarta belum dinormalisasi sejak Februari 2018.

Data dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) target normalisasi kali sepanjang 33 kilometer. Namun saat ini baru bisa melaksanakan 16 kilometer karena pemprov tak bisa membebaskan lahan.
Normalisasi baru berjalan 48 persen pada 2013 hingga 2017. Dan, anggaran tersebut dikembalikan ke kas negara. Inilah aliran kali yang belum normalisasi yakni aliran Kali Angke: 6 kelurahan.

Aliran Kali Pesanggrahan: 21 kelurahan. Aliran Kali Krukut: 12 kelurahan. Aliran Kali Ciliwung: 28 kelurahan. Aliran Kanal Banjir Barat: 10 kelurahan.

Aliran Kali Ciliwung Lama: 9 kelurahan Aliran Kali Sunter: 23 kelurahan. Aliran Kali Cipinang: 12 kelurahan dan Aliran Cengkareng Drain: 8 kelurahan.

"Ini harus diantisipasi secara cepat," ungkap politisi yang jago balap mobil dan bergaya caplas-ceplos ini. (ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #dprd-dki #banjir 

Berita Terkait

Hulu Tersumbat, Banjir Mengancam

Megapolitan

Lebak Terancam Banjir dan Longsor

Banten Raya

Ketua Dewan Minta PMD Dikembalikan

Jakarta Raya

Golkar Tolak Wagub Usulan PKS

Nasional

Wakil Rakyat Dorong Pengembangan Wisata

Nasional

IKLAN