Senin, 19 November 2018 02:42 WIB
pmk

Nasional

Persekusi Ulama di Manado, Ketum PA 212: Jangan Salahkan Umat Islam Jika Melawan

Redaktur: Heryanto

Habib Hanif dan Habib Bahar yg mengalami persekusi di Bandara Manado.foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 KH Slamet Ma'arif menegaskan, pihaknya akan menggerakkan umat Islam melakukan perlawanan jika dikemudian hari terjadi pembiaran oleh aparat adanya aksi persekusi terhadap ulama di dalam bandara.

"Kami harap pengadangan terhadap Habib Bahar Bin Smith dan Habib Hanif di Bandara Manado,  Senin (15/10/2018) kemarin, adalah yang terakhir. Jika tidak, maka jangan salahkan jika  umat Islam lakukan perlawanan," kata KH Slamet kepada INDOPOS di Jakarta,  Selasa (16/10/2018).

Aparat kepolisian, nilai Slamet, harusnya bisa bersikap tegas dengan segera melakukan pembubaran terhadap sekelompok massa yang melakukan aksi demontrasi di kawasan Bandara, terlebih melakukan pengusiran terhadap ulama.

"UU mengatur Bandara harus steril dari aksi dan unjukrasa dan sejenisnya. UU telah dengan tegas menyatakan hal itu.  Dan hukum harus ditegakkan,  bukan malah takut dengan preman bayaran," pungkasnya.

Diketahui,  suasana di Bandara Sam Ratulangi,  Manado pada Senin (15/10/2018) kemarin sangat mencekam. Pasalnya puluhan preman bersenjata pedang yang menghadang kedatangan Habib Hanif Alatas (mantu Habib Rizieq Shihab) dan Habib Bahar bin Smith, yang ingin menghadiri acara Dzikir Akbar dan Haul Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith di Manado.

Beruntung kedua ulama itu berhasil lepas dari pengepungan preman setelah ribuan umat Islam Manado menyerbu bandara dan berupaya menyerang balik preman-preman yang sebagiannya memakai baju adat daerah setempat. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pa-212 #persekusi-ulama #slamet-maarif 

Berita Terkait

IKLAN