Nasional

PDIP Ogah Ikuti Cara PKS

Redaktur: Nurhayat
PDIP Ogah Ikuti Cara PKS - Nasional

Sekjen PDIP, Hasto Kristianto

INDOPOS.CO.ID - PDIP mengaku ogah mengikut cara kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Model kampanye negatif yang belakangan yang disuarakan Presiden PKS, Sohibul Iman, dinilai tak cocok dengan PDIP.

PDIP mengaku berkomitmen terhadap penyelenggaraan kampanye damai. Oleh karena itu, PDIP memilih mengutamakan kampanye bermuatan konten positif. Kampanye positif dianggap mampu mendorong kecerdasan masyarakat dalam berdemokrasi.

”Kalau PDIP kami berkampanye yang positif kami membangun peradaban, kami mengangkat kebudayaan, martabat dan kehormatan bangsa,” kata Sekertaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto ketika ditemui di posko pemenangan Cemara, Jakarta, Senin (15/10).

Hasto mengakui komitmen kampanye positif tak bisa diwujudkan 100 persen. Namun PDIP berupaya untuk mewujudkannya. Metodenya lewat adu visi misi ketimbang isu bermuatan negatif terhadap seorang capres atau cawapres.

”Kita positif ya namanya 100 persen nggak ada lah tapi kita menandatangani kampanye damai. Kami adu gagasan, kami adu rekam jejak, kemudian konsepsi bagaimana masa depan Indonesia raya ini. itu yang kami sampaikan,” ujarnya.

Hasto menambahkan, kendati Jokowi-Ma'ruf Amin kerap diserang kampanye negatif, pihaknya tak pernah membalas dengan cara serupa. Dia lantas mengibaratkan dengan sosok Gatot Kaca dalam cerita pewayangan. Ketika Gatot Kaca diserang malah membuatnya kuat. ”Ketika diserang habis-habisan oleh pihak angkara murka, tapi malah menjadi sakti,” ungkapnya.

Bahkan Hasto mengibaratkan Jokowi seperti ‎Gatot Kaca yang terus-terusan diserang oleh kampanye negatif oleh berbagai pihak yang tidak suka dengan prestasi Jokowi. ”Ya misalkan di situ (Gatot Kaca),” kata Hasto sambil tertawa.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman, mengatakan bahwa calon anggota legislatif atau caleg boleh melakukan kampanye negatif di Pemilu 2019 mendatang. ”Silakan masuk ke negative campaign, cukup 20 persen. Negative campaign adalah kampanye yang kita angkat kelemahan lawan, tapi ada fakta. Itu boleh,” kata Sohibul.

Sohibul mengatakan publik juga harus mengetahui kelemahan dari para caleg. Sehingga, kata dia, lawan pun akan melakukan hal yang sama kepada para caleg PKS. Namun, kata Sohibul, hal yang tidak boleh dilakukan adalah kampanye hitam.

Menurut Sohibul, yang harus diperbanyak adalah kampanye positif dengan porsi 80 persen. Kampanye positif adalah dengan menceritakan kelebihan pribadi caleg‎. (aen)

Berita Terkait

Politik / Rekapitulasi Nasional, PDIP Kuasai Provinsi Jawa Timur

Politik / PKS Punya Srikandi Pertama Lolos DPRD

Politik / Nama Puan Maharani Mencuat Menempati Kursi ketua DPR RI

Politik / PDIP Bisa Raih Tiga Kursi DPR dari Dapil IX Jateng

Politik / PKS Kutuk Tindakan Biadab di Sri Lanka

Politik / PDIP Surabaya Keberatan Hitung Suara Ulang


Baca Juga !.