Minggu, 16 Desember 2018 08:10 WIB

Liga Champions

Skandal Pengaturan Skor di Liga Champions, Zvezda Bisa Diskualifikasi

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

MARCO VERATTI. AFP PHOTO

INDOPOS.CO.ID – Comeback Crvena Zvezda ke Liga Champions setelah 27 musim sudah ternoda dengan dugaan match fixing. Dugaan itu terjadi setelah Crvena menelan kekalahan 1-6 (0-4), di Parc des Princes, Paris, pada Matchday 2 fase Grup C Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain (PSG), 3 Oktober lalu.

UEFA sudah mulai menindak lanjuti laporan dari koran yang berbasis di Paris, L'Equipe. Dengan bantuan Jaksa Keuangan Prancis (PNF), UEFA tiga hari terakhir melakukan investigasi ke kedua klub. Baik Crvena ataupun PSG. Sampai tadi malam WIB (16/10) investigasi tersebut belum membuahkan hasil.

Namun, sorotan sudah mengarah kepada Crvena. ''Sekarang, apa yang terjadi setelah ada kabar pengaturan skor ini? Apa yang dikatakan institusi (UEFA)? Kemarin (Senin waktu Paris), saya dengar bahwa mereka akan mengatur ulang semuanya, dan grup dilanjutkan dengan hanya tiga klub,'' klaim Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis, saat berbicara dalam acara pembukaan  fans klub Napoli di Solopaca.

Dilansir situs Paris Fans, De Laurentiis menginginkan agar Crvena didiskualifikasi pada fase grup ini. Selain itu hasil dari dua Matchday pertama klub berjuluk The Star itu dihapuskan. Termasuk saat Il Partenopei tertahan 0-0 di Rajko Mitic Stadium, Belgrade (19/9). Dengan usul ADL itu, maka Grup C hanya berisi PSG, Napoli, dan Liverpool.

Di satu sisi, usulan produser film terkemuka di Italia itu memang sarat akan kepentingan dengan posisi Marek Hamsik dkk. Di sisi lain, dari laporan L'Equipe sekilas sudah menyiratkan kesalahan dilakukan dari kubu Crvena. ''Apapun itu, saya harap investigasi ini bisa menemukan hasil terbaik,'' lanjut De Laurentiis.

Seperti diketahui, klaim pengaturan skor mencuat setelah ada seorang ofisial dari Crvena yang ketahuan memasang taruhan hasil akhir laga tersebut. Dia memasang taruhan itu beberapa hari sebelum malam di Parc des Princes. Dalam taruhannya, ofisial yang tak diketahui namanya itu memasang timnya akan kalah dengan marjin lima gol. Nilai taruhannya bisa mencapai EUR 5 juta (Rp 88 miliar).

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic tak mau menerima begitu saja tudingan dari L'Equipe itu. Dalam wawancara kepada kantor berita Serbia, Tanjug, dia meragukan laporan di L'Equipe. ''Saya kira semua (tudingan) itu salah. Tapi kami melihat kemungkinan apakah ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan nama klub dan negara kami. Jika terbukti, maka siapa pun orangnya kami ingin dia dihukum berat,'' tutur Vucic, dilansir Foot Mercato.

Apalagi ada juga indikasi perwakilan kedua klub bertemu sebelum laga. Kalau itu benar-benar terjadi, PSG juga bisa terseret. Makanya, Vucic mengklaim pihaknya sudah bekerja sama dengan kepolisian Prancis dan Interpol. ''Lihat saja, apa kami juga dianggap terlibat atau tidak,'' lanjut politisi 48 tahun itu.

Penyerang Crvena El Fardou Ben Nabouhane menyebutkan, semua pemain klub juara di Serbia SuperLiga musim lalu tersebut dilarang membahas masalah ini kepada media. Tetapi dia menegaskan bahwa dugaan itu tidak benar. ''Crvena klub besar, kami tidak perlu melakukan apa saja yang merugikan diri kami sendiri,'' seloroh pemain dwi kewarganegaraan Komoro-Prancis itu kepada RMC Sport.

Tak hanya pemain Crvena yang berkelit. Begitu juga anak asuhan Thomas Tuchel. Salah satunya gelandang Marco Verratti. Dia mempertanyakan dugaan itu. Menurutnya, timnya sudah seperti diragukan kemampuannya. ''Ini bukan kali pertama kami dapat memenangi laga dengan marjin lima gol. Musim lalu, kami sering melakukannya,'' sebut Verratti seperti dikutip di Goal.  (ren)

Jalan Mengungkap Pengaturan Skor

Proses pengungkapan dugaan skandal pengaturan skor di Liga Champions semakin bergulir kencang. Tinggal menanti apa yang terjadi setelah investigasi digulirkan.

3/10/2018

6-1

Kemenangan terbesar Paris Saint-Germain (PSG) dalam semua ajang musim ini.

12/10/2018

L'Equipe

Menyebut ada ofisial Crvena bertaruh EUR 5 juta (Rp 88 miliar) beberapa hari sebelum laga untuk kekalahan timnya dengan selisih lima gol.

13/10/2018

Investigasi

Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) meminta salah satu badan di Prancis bernama National Finance Prosecutor (PNF) untuk menyelidikinya.

15/10/2018

Kompak Diam

Baik PSG ataupun Crvena dalam situs resminya sama-sama sudah menyatakan mereka tidak terlibat dalam skandal ini.


TOPIK BERITA TERKAIT: #skandal-pengaturan-skor-di-liga-champions 

Berita Terkait

IKLAN