Senin, 19 November 2018 02:36 WIB
pmk

Nasional

Presiden Diminta Bertindak

Redaktur: Nurhayat

Grafis GIMBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Dugaan isu buku merah tidak terlepas dari permainan politik untuk percepatan suksesi kepemimpinan di tubuh polri digulirkan oleh politisi PDIP, Masinton Pasaribu. Dia bahkan menduga isu tersebut sengaja didorong oleh jenderal yang baru dilantik dari tubuh Polri. 

Indonesia Police Watch (IPW) meminta Presiden Joko Widodo segera turun tangan untuk menindaklanjuti dugaan tersebut. Pasalnya, indikasi penghianatan di korps kepolisian itu tidak sekadar ingin mendongkel kepemimpinan Tito Karnavian sebagai Kapolri. ”Indikasi penghianatan itu, sejak sebulan terakhir telah memecah Polri dan membuat Polri tidak solid,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada INDOPOS, Selasa (16/10).

Menurutnya, kondisi ini sangat ironis, terutama menjelang tahun politik dimana Polri harus solid dalam menjaga keamanan. Jika terjadi indikasi pengkhianatan di tubuh Polri dan kepolisian tidak solid tentunya hal ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan Indonesia, terutama menjelang maupun saat Pilpres 2019.

”Untuk itu Presiden Jokowi perlu turun tangan mendorong Polri segera membersihkan indikasi pengkhianatan tersebut dan mencopot jenderal yang terindikasi sebagai pengkhianat di tubuh Polri dari jabatannya,” jelasnya.

Indikasi pengkhianatan itu berkaitan dengan maraknya kasus buku merah yang menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Sebab itu kasus ini tidak bisa dibiarkan berlarut larut hingga menjadi ancaman keamanan di tahun politik dan mengganggu Pilpres 2019. ”Untuk itu indikasi pengkhianatan di tubuh kepolisian harus segera dibersihkan agar Polri tetap solid menghadapi Pilpres 2019 dan keamanan negeri ini tetap terjaga,” jelas Neta. 

Namun pernyataan itu dibantah oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto. ”Nggak ada itu, nanti saya klarifikasi. Dalam hal ini, Polri tetap solid,” tegas Setyo di kawasan Jakarta Selatan, kemarin. 

Ia menjamin, internal korps bhayangkara solid sehingga tidak ada yang saling menjatuhkan. Apalagi, Polri mempunyai mekanisme yang jelas soal jabatan. ”Ada Wanjak, Wanjakti, mekanisme itu sudah jelas. Jadi saya nyatakan, Polri solid. Tidak ada jenderal bintang tiga, apalagi bintang dua seperti saya mau menjadi Kapolri,” jelasnya.

Menurut dia, Polri juga telah melakukan penyelidikan baik di dalam maupun di luar. Karenanya dia menjamin tidak ada friksi di dalam tubuh Polri. ”Kita selalu melakukan penyelidikan di mana-mana, termasuk penyelidikan di luar,” jelas dia. 

Sebelumnya, hasil liputan investigasi wartawan yang berkolaborasi dalam Indonesia Leaks, menemukan adanya dugaan perusakan barang bukti oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur polisi, dalam hal ini terkait penanganan kasus suap Basuki Hariman. Barang bukti yang dikenal dengan buku merah itu di dalamnya diduga terdapat aliran dana dan nama-nama pejabat negara termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #isu-buku-merah 

Berita Terkait

Diterpa Isu Buku Merah, DPR Semangati Kapolri

Nasional

IKLAN