Selasa, 13 November 2018 10:08 WIB
pmk

Ekonomi

Iwatani Promosikan Lahirnya Tenaga Ahli Las di Indonesia

Redaktur: Darul Fatah

KETERAMPILAN: (ki-ka) Deputi Chief Executive IWS ANB Communities M Husni Athaillah Kepala BBPLK Serang Banten Fauziah, dan Chairman of Governing Body of Internasional Institute of Welding (IIW) atau Ketua Welding Indonesia Abdul Wahab Bangkona, tengah mendengar penjelasan dari Wahidin, Gas & Tech Engineering Manajer Iwatani Group. foto: heryanto/indopos

INDOPOS.CO.ID - PT Iwatani Industrial Gas Indonesia (IIGI) dan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) menyelenggarakan kontes pengelasan atau welding contest untuk mendukung lahirnya tenaga-tenaga ahli dan terampil di bidang pengelasan. Terlebih keberadaannya sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor industri di Indonesia. 

Kegiatan kontes pengelasan ini telah rutin dilaksanakan sejak 2013 dengan memberikan penghargaan bagi peserta yang meraih penilaian terbaik dari seluruh Indonesia. 

Chairman of Governing Body of Internasional Institute of Welding (IIW) atau Ketua Welding Indonesia Abdul Wahab Bangkona mengatakan, keberadaan tenaga ahli dan terampil bidang pengelasan sangat dibutuhkan Indonesia seiring pesatnya perkembangan berbagai jenis industri seperti manufaktur, migas, telekomunikasi, dirgantara, perkapalan dan alat berat.

“Indonesia masih kekurangan banyak tenaga ahli dan terampil di bidang pengelasan. Karena itu kami bersama Asosiasi Pengelasan Indonesia terus mendorong penerapan tekonologi pengelasan yang memenuhi standar kualitas industri dunia serta terjaminnya keselamatan kerja," kata Wahab di sela acara Iwatani-API/IWS Welding Contest in Indonesia, di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Chairman & CEO Iwatani Corporation Ikiji Makino mengatakan, Iwatani Corporation sejak berdiri pada 1930 di Jepang Iwatani terus mengembangkan bisnis dan yang fokus pada gas dan energi yang menjadi kebutuhan industri sehari-hari. Sebagai perusahaan gas dan energi, Iwatani berkeinginan untuk menciptakan nilai yang baru dan berkontribusi banyak kepada masyarakat.

“Secara khusus di bidang pengelasan, kami memiliki pengalaman bertahun-tahun dan teknologi kelas dunia. Dan sejak 2013 kami mengadakan seminar dan kontes pengelasan yang merupakan teknologi penting yang sangat diperlukan dalam industri manufaktur. Kami akan terus mengadakan kontes pengelasan di setiap tahunnya dan berharap lebih banyak lagi yang dapat berpartisipasi,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif API Edi Diarman Djasman menjelaskan, Indonesia masih sangat kekurangan tenaga profesional bidang pengelasan sehingga kekurangan tersebut masih diisi oleh tenaga kerja dari luar negeri. 

“Contoh industri galangan kapal di Batam didominasi tenaga kerja pengelasan dari asing, terutama India karena tenaga pengelasan dari Indonesia belum bisa mencukupi,” paparnya.

Saat ini, taksir Edi, jumlah tenaga profesional bidang pengelasan di Indonesia yang sudah memiliki qualifikasi dan sertifikasi hanya sekitar 10 ribuan orang. Sementara kebutuhan di berbagai industri yang membutuhkan jasa pengelasan jauh lebih besar.

Karena itu, API terus memfasilitasi tenaga kerja pengelasan agar memiliki sertifikasi baik yang diterbitkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pengelasan maupun sertifikasi welding internasional.

Dengan memiliki sertifikasi keahlian di bidang pengelasan, lanjut dia, maka seseorang berkesempatan untuk bekerja di berbagai industri baik dalam dan di luar negeri. Edi mencontohkan, peluang kerja pengelasan terbuka lebar di banyak negara seperti Jepang dan Amerika Serikat dengan standar gaji yang tinggi. (ers)


TOPIK BERITA TERKAIT: #iwatani #welding-contest #tenaga-las 

Berita Terkait

IKLAN