Program Komunikasi Tax Amnesty Raih IPRA Golden World Award 2018

INDOPOS.CO.ID – International Public Relations Association (IPRA) memberikan penghargaan Golden World Award 2018 kategori “Public Sector” kepada Kementerian Keuangan RI. Penghargaan bergengsi ini diterima oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti pada ajang Golden World Award for Excellent in Public Relations 2018 pada tanggal 19 Oktober 2018 di Barcelona, Spanyol.

Penghargaan dari IPRA ini diperoleh dari pencapaian program amnesti pajak yang berlangsung pada pertengahan 2016 hingga 2017 lalu. Organisasi internasional kehumasan yang berpusat di London, Inggris, memberikan golden awards atas program amnesti pajak.
Beberapa faktor sukses dalam program Amnesti Pajak adalah perencanaan program komunikasi, implementasi program dan evaluasi pelaksanaan program amnesti pajak.

Baca Juga :

Dengan waktu yang cukup terbatas, mulai dari 1 Juli 2016 sampai dengan 31 Maret 2017, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak membuat serangkaian program komunikasi yang bisa mengubah cara pandang masyarakat tentang amnesti pajak dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Selama sembilan bulan pelaksanaan Amnesti Pajak, program berhasil diikuti oleh 956 ribu wajib pajak, dengan deklarasi harta sebesar Rp 4.855 triliun, uang tebusan sebesar Rp 135 triliun, dan dana yang direpatriasi sebanyak Rp 147,1 triliun. Program ini telah memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat dan berhasil menjadi program amnesti pajak tersukses.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa salah satu reformasi bidang fiskal yang telah dijalankan adalah pelaksanaan amnesti pajak sebagai salah satu bagian dari reformasi bidang perpajakan.

Baca Juga :

“Amnesti pajak tujuan utamanya adalah untuk memperkuat database pajak juga akan didukung dengan pelaksanaan Automatic Exchange of Information (AEOI) yang bertujuan untuk menghindari base erosion dan profit shifting,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (20/10/2018).

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan bahwa Amnesti Pajak adalah satu-satunya kesempatan bagi Wajib Pajak Indonesia untuk mendapatkan pengampunan atas penghindaran pajak, sanksi administratif, dan sanksi lainnya akibat ketidakpatuhan dalam melaporkan aset yang dimiliki pada tahun 2015 atau tahun sebelumnya.

Baca Juga :

“Amnesti Pajak adalah bagian dari reformasi perpajakan yang dilakukan untuk mewujudkan sistem perpajakan yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dai)


loading...

Komentar telah ditutup.