Selasa, 13 November 2018 10:08 WIB
pmk

Banten Raya

Buah Anggur Impor di Lebak Positif Gunakan Formalin

Redaktur: Dani Tri Wahyudi

WASPADA-Ilustrasi buah anggur impor. Foto: RealitaPost

INDOPOS.CO.ID -  Buah anggur yang diperjualbelikan beberapa pedagang di Kecamatan Warunggung, serta di Mandala, Kadu Agung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.Banten,postif menggunakan formalin. Hal itu diketahui dari kecurigaan  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Dinas Ketahanan Pangan, sehingga pada Jumat (19/10) beberapa buah anggur milik pedagang tersebut diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinkes Lebak, Firman Rahmatullah yang dihubungi INDOPOS membenarkan informasi tersebut. Buah anggur yang diperjualbelikan pedagang di Warunggung, serta di Kaduagung, Cibadak yang dibawa oleh pihak Disperindag, serta Dinas Ketahanan Pangan, diperiksa di Labkesda Dinkes Lebak. Dari hasil pengujiaan di Labkesda tersebut, akhirnya ditemukan bahan berbaya jenis formalin pada buah anggur tersebut.

“Setelah diketahui ada kandungan formalainnya, maka pihaknya langsung menginormasikan secera resmi kepada pihak Disperindag, serta pihak Dinas Ketahanan Pangan,”ujar Firman Rahmatullah, Minggu (21/10/2018). Ditemui terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindag Lebak, Saepudin mengungakpan, awal dari kecurigaan terhadap buah anggur milik beberapa pedagang di Warunggung, serta Cibadak tersebut, karena kondisnya selalu segar meski sering terkana sengatan matahari. Makanya,untuk membuktikan kecurigaannya tersebut, pihaknya membeli beberapa buah anggur di pedagang didua tempat tersebut untuk diuji di Labkesda Dinkes Lebak.

“Kami sangat terkejut, ketika kecurigaan kami ternyata benar, dimana dari hasil pengujiaan di Labkesda Dinkes tersebut, menyatakan buah anggur yang kami bawa positif menggunakan formalin,”kata Saepudin. Kepala Disperindag Lebak, Dedi Rahmat menegaskan, karena membahayakan para konsumennya, maka angggur yang diperjualbelikan para pedagangnya harus ditarik dari peredaran. Bahkan, karena dimungkinkan ada pedagang yang tidak tahu  bahwa buah anggur yang dijualnya menggunakan formalin, maka masyarakat atau konsumen yang akan membelinya harus berhati-hati,serta tidak asal membelinya.

“Bagi buah anggur milik pedagang di Warunggunung maupun di Cibadak yang positif menggunakan formalin akan kami tarik dari peredaran secepatnya. Untuk seluruh masyarakat, kami harap berhati-hati membeli anggur yang terlihat segar, meski beberapa hari terkena terik matahari,”kata Dedi Rahmat.(yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #formalin #anggur-impor 

Berita Terkait

IKLAN