Megapolitan

434 Pohon Jadi ’Korban’ Lanjutan Proyek Tol BORR

Redaktur: Syaripudin
434 Pohon Jadi ’Korban’ Lanjutan Proyek Tol BORR - Megapolitan

JALAN BEBAS HAMBATAN-Pengendara melintas di dekat median jalan yang akan jadi jalur tol BORR seksi IIIA. Foto. rangga/metropolitan/jpg

INDOPOS.CO.ID - Konstruksi proyek jalan layang Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIIA yang membentang dari Simpang Yas¬min hingga Simpang Salabenda bakal dilakukan pertengahan November. Namun seperti men¬gulang cerita pembangunan Tol BORR Seksi IIB beberapa tahun lalu, pekerjaan yang menelan APBN sebesar Rp1,3 triliun itu kembali menelan korban penghijauan.

Pasalnya 434 pohon yang membentang di median jalan sepanjang 2,8 kilometer (km) proyek jalan bebas hanmbatan itu bakal dihilangkan untuk memuluskan proyek ambi¬sius tersebut. Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor Agus Gunawan, mengatakan, pihaknya sudah dua kali melakukan survei da¬lam proyek pembangunan jalan tol yang nantinya bisa menghubungkan Bogor dengan Tangerang ini.

Hasilnya, ada 434 pohon berbagai jenis di median jalan tersebut. ”Ada sekitar 13 jenis pohon. Dido¬minasi pohon mahoni dan kedoya,” terangnya. Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali), pohon yang jadi ’kor-ban’ itu ada beberapa yang ditransplanting (boling, red) dan ada yang ditebang. Dari satu pohon yang diboling, ada penggantian 12 pohon dengan jenis yang sama.

”Kalau yang ditebang itu jenis tanaman liar yang tidak produktif dan yang tidak biasa ada di median jalan. Jumlahnya sedikit, nggak sam¬pai 20 persen dari total semua. Nah sisanya diboling,” ungkap¬nya.

Berkaca pada pembangunan tol BORR Seksi IIB tahun lalu, sambung Agus, pohon yang jadi korban boling dibawa ke Sentul untuk ditanam dan di-kembalikan kondisinya. Sebelum nantinya dikembalikan ke tempat semula atau tempat yang sudah ditentukan.

”Untuk yang diboling sekarang kita belum tahu akan dibawa ke mana. Itu belum dibicarakan di mana nanti menyimpannya, belum ditentukan tempatnya. Tahun kemarin di Sentul,” pa¬parnya. Agus menambahkan, pihaknya masih menunggu kepastian jadwal PT Marga Sarana Jawa Barat (MSJ) sebagai pengelola jalan tol.

Bisa saja boling dila¬kukan sebelum peletakan batu pertama (groundbreaking). ”Atau setelahnya juga bisa. Yang pasti kita masih menunggu. Apalagi itu semua kan belum disurvei lengkap. Misalnya, Ramp On Off-nya belum pasti. Jadi, kami menunggu itu dulu,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menuturkan pemindahan atau boling pohon sudah sesuai perwali. Sehingga tak ada lagi cerita pihak lain yang mem-buli pembangunan jalan tol ini. ”Suka tidak suka, pohon di tengah jalan itu harusnya tidak ada. Nanti diganti 12 po¬hon, diboling dulu, disimpan di tempat sejuk. Lalu ditem¬patkan di lahan semestinya,” ujarnya.

”Tak ada lagi lembaga atau pihak lain yang memanfaakan kondisi ini. Kami paham ini proyek nasional yang strategis nasional. Apalagi, kami ada program prioritas, di antaranya transportasi dan ada hasilnya seperti Tol BORR Seksi IIB itu. Ini juga harus dipahami semua,” tutupnya. (ryn/b/yok/py/jpc)

Berita Terkait

Megapolitan / Pengadaan Lahan Tol Serang-Panimbang Rampung

Ekonomi / Bukaka Kebut Pengerjaan Tol Japek

Nusantara / Kelarkan Tol Batang-Semarang, Targetkan Selesai Awal 2019

Nusantara / Pemudik Tak Perlu Brexit Lagi, Tol Pemalang-Batang Nyambung

Banten Raya / Pembayaran Ganti Rugi Lahan Tol Serang Panimbang Dipercepat


Baca Juga !.