Senin, 19 November 2018 02:44 WIB
pmk

Nasional

Polisi Diminta Tangkap Anggota Banser Pembakar Bendera Tauhid di Hari Santri

Redaktur: Heryanto

Foto: screenshot video viral

INDOPOS.CO.ID - Aparat kepolisian diminta bertindak tegas dengan menangkap para pembakar bendera bertuliskan kalimat Tauhid di acara perayaan Hari Santri yang digelar di Alun-alun Limbangan, Garut, Jawa Barat, Senin (22/10).

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 KH Slamet Ma'rif mengatakan, apa yang dilakukan oknum Banser itu mirip gaya PKI yang tidak suka dengan simbol-simbol keagamaan.

"Aksi yang dilakukan anggota Banser ini mengarah kepada penodaan agama. Polisi wajib usut dan tangkap pelakunya. Ini tindakan yang tidak beradab mirip Gaya PKI, kami sangat mengecam dengan tindakan mereka, apa mereka tidak tahu disitu ada kalimat tauhid, La Ilaha illallah, Muhammad Rasul Allah. Syetan apa yg masuk ke mereka," kata Slamet kepada INDOPOS di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Sebagaimana diketahui, telah beredar video melalui grup whatsapp dan youtube yang menerangkan adanya aksi pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid. Tidak diketahui lokasi acaranya dimana. Hanya saja di dalam status yang dituliskan oleh akun Facebook Ahmad Mujahid, aksi pembakaran dilakukan, Senin (22/10/2018) pagi di Alun-alun Limbangan, Garut.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam yang juga bertuliskan kalimat Tauhid. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota Banser semakin semangat menyanyikan Mars NU. Beberapa di antaranya seraya mengepalkan tangan seirama dengan nada yang dinyanyikan. Sementara itu, ketika INDOPOS coba mengkonfirmasi ke PBNU dan Pimpinan Banser belum ada yang berkomentar. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banser #pembakar-bendera-tauhid 

Berita Terkait

IKLAN