Total Sport

Kisruh Gymkhana, Sisa Dua Seri Tetap Lanjut

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Kisruh Gymkhana, Sisa Dua Seri Tetap Lanjut - Total Sport

TIDAK MULUS - Gunawan Tjahyadi, Direktur UtamaGenta Auto Sport ( tengah) menjelaskan kisruh nama lomba balap mobil gymkhana di Jakarta. Bambang/indopos

INDOPOS.CO.ID - Lomba balap mobil slalom alias gymkhana terancam eksistensinya di Tanah Air. Hal ini karena nama gymkhana sendiri rupanya sudah terdaftar dalam Direktorat Merek, Ditjen Kekayaan Intelektual, Kemenkum & HAM RI oleh Lie Reza H. Aliwarga.

Dampak dari terdaftarnya penamaan gymkhana ini, membuat Genta Auto Sport sebagai penyelenggara kejuaraan gymkhana di Tanah Air yang ditunjuk Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat harus menerima gugatan hukum dan menggati kerugian sebesar Rp 100 miliar karena menggunakan nama Auto Gymkhana sebagai nama kejuaraannya.

Gunawan Tjahyadi sebagai Direktur Utama PT Genta Alam Semesta (Genta Auto Sport) menjelaskan, nama gymkhana sendiri merujuk pada kejuaraan slalom di Indonesia. Singkat kata bila di dalam negeri terkenal dengan nama slalom, di luar negeri terkenal dengan nama gymkhana.

"Slalom test di Indonesia itu sudah dibuat IMI sejak tahun 1983, jadi hampir 38 tahun. Tapi slalom enggak dikenal di luar negeri, jadi kejuaraan slalom hanya mentok secara nasional enggak bisa ke luar negeri, makanya sebelum kami disomasi banyak kejuaraan gymkhana oleh perusahaan besar untuk meneruskan jenjang karir para pebalap gymkhana ke internasional," jelas Gunawan di Jakarta, Selasa (23/10).

"Ini kalau gymkhana dilarang bagaimana mau meneruskan generasi gymkhana nantinya," tambah Gunawan. Dia pun menyayangkan adanya pendaftaran nama gymkhana sehingga berpotensi menyulitkan perkembangan olahraga tersebut di Tanah Air.

"Kami mendapat somasi bahwa kami tidak boleh menggunakan gymkhana oleh pihak ketiga, nah ini yang jadi beban moral buat kami dan IMI, masa mau bikin kejuaraan harus izin ke swasta mau pakai gymkhana bukannya ke IMI sebagai induk balapan di Indonesia," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal IMI Pusat Jeffrey JP juga menerangkan bahwa kejuaraan Auto Gymkhana sudah berjalan sejak tahun 2016 dan sudah diakui FIA sebagai asosiasi otomotif internasional.

"Gymkhana ini satu nama jenis olahraga yang sudah menjadi satu komisi di FIA. Sesuai perkembangan gymkhana, mereka serius untuk menerapkannya sampai daratan benua lain karena ide itu muncul dari Asia sebagai kejuaraan dunia di bawah regulasi FIA," jelas Jeffrey.

"Harusnya mereka (pihak yang menggugat) bisa menyadari kalau nama gymkhana itu nama umum bukan nama yang dipatenkan, ini suatu kegiatan yang digunakan untuk kepentingan kendaraan motor umum maupun dunia," imbuhnya.

Didampingi kuasa hukumnya, Suyud Margono juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan pembatalan pendaftaran merek tersebut pada Pengadilan Niaga.

"Sudah ada pertemuan dan kami sampaikan untuk mencabut dan menghapus pendaftaran merek gymkhana tapi mereka tidak mau. Untuk itu kami juga sudah ajukan ke Pengadilan Niaga untuk membatalkan pendaftaran merek tersebut supaya terjadi keseimbangan dan kesesuaian informasi," kata Suyud.

Terlepas dari proses gugatan yang sedang berlangsung, Jeffrey mengarahkan Genta Auto Sport untuk terus menyelenggarakan Auto Gymkhana.

"Selama belum ada keputusan tetap dari pengadilan, show must go on. Sisa dua putaran lagi tahun depan, jalankan lagi saja karena sudah masuk kalender Asia Auto Gymkhana," terangnya. (bam)

Berita Terkait

Total Sport / Calvin Sukses Pertahankan Gelar Kejurnas Gokart

Total Sport / Tim Pertamina Prema Theodore Racing Optimistis di Spa Francorchamps

Total Sport / Tim Pertamina Prema Theodore Racing Masuk Lima Besar

Formula 1 / Hamilton Merendah Mercedes Dominasi F1 GP Prancis

Formula 1 / Hamilton Pestimistis Rebut Podium Satu F1 GP Kanada 201

Formula 1 / Vettel Tercepat Pada Kualifikasi F1 GP Kanada


Baca Juga !.