Megapolitan

Kali Bekasi Tercemar Limbah Domestik, Pemkot Lapor Kementerian LHK

Redaktur: Syaripudin
Kali Bekasi Tercemar Limbah Domestik, Pemkot Lapor Kementerian LHK - Megapolitan

BERBU SA-Warga menyaksikan pencemaran yang terjadi di Kali Bekasi. deny iskandar/indopos

INDOPOS.CO.ID - Masih terjadinya pencemaran limbah di Kali Bekasi, membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat menyimpulkan kalau aliran sungai itu tercemar berat limbah rumah tangga atau limbah domestik. Dampaknya, ekosistem di sungai itu menjadi mati dan rusak.

”Hasil penelitian labotarium ternyata ditemukan kandungan limbah domestik yang tinggi di Kali Bekasi. Ada juga limbah industri yang menambah berat pencemaran itu. Tapi 60 persen pencemaran Kali Bekasi karena limbah domestik,” terang Kepala DLH Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, Selasa (23/10).

Dia juga mengakui pekan lalu, untuk kali kesekian Kali Bekasi tertutup busa dan mengeluar bau yang menyengat. Hal itu dipicu saat ada turbulensi pada permukaan air Kali Bekasi yang mengandung limbah tersebut. Turbulensi terjadi ketika air melintasi permukaan yang terjal.

Seperti saat air Kali Bekasi melintasi air terjun setelah pintu air. "Pencemaran Kali Bekasi sudah masuk kategori berat," katanya lagi. Jumhana juga mengatakan, endapan lumpur Kali Bekasi yang tinggi juga menyebabkan ekosistem yang hidup di sungai tersebut rusak dan mati.

Karena itu, terang Jumhana juga, pihaknya meminta campur tangan pemerintah pusat dalam penanganan pencemaran Kali Bekasi tersebut. "Sebenarnya ini masuk penanganan antar daerah. Kali Kali Bekasi itu ujungnya di Bogor,” katanya lagi.

Meski begitu, kata dia, pihaknya akan melakukan investigasi lanutan guna mencari tahu penyebab Kali Bekasi berbusa dan beraroma tak sedap. ”Masih akan kami tindaklanjuti dan cari tahu penyebab pastinya. Tapi kemungkinan penyebabnya tak hanya dari limbah Bekasi saja, bisa jadi kiriman dari Kali Cileungsi,” cetusnya.

Perlu diketahui, buih atau busa tebal yang sering muncul di Kali Bekasi jadi tontonan warga. Pencemaran yang kerap timbul dalam satu bulan sekali itu selalu menimbulkan buih tebal di aliran Kali Bekasi. Akibatnya, banyak binatang sungai yang mati.

Seringnya pencemaran Kali Bekasi membuat Pemkot Bekasi melaporkan kejadian tersebut, ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) , Selasa (23/10). Bahkan, sampel air Kali Bekasi juga diserahkan, dan berharap segera dilakukan tindak lanjut atas kasus pencemaran tersebut.

"Saya yang berikan langsung air sample pencemaran yang terjadi di Kali Bekasi, untuk segera dikaji dan dilakukan penindakan oleh pemerintah pusat," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Selasa (23/10).

Menurutnya juga, contoh air Kali Bekasi dia berikan langsung kepada Dirjen Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK. Bahkan, kata Rahmat juga, contoh air itu hasil uji laboratorium air Kali Bekasi tidak layak konsumsi lagi dilakukan DLH Kota Bekasi..

Padahal, Kali Bekasi adalah air baku warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan DKI Jakarta. Untuk diketahui, contoh air tercemar yang diserahkan kepada Kementerian LHK diambil dari air Kali Bekasi, Instalasi Penglolaan Air Sampah (IPAS) Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan TPA Sumur Batu.

Sebelumnya, Kota Bekasi juga ingin memberikan contoh air Kalimalang, namun kewenanganya pengujian air itu ada di Pemprov DKI Jakarta. ”Kami berharap pemerintah pusat segera membantu dalam penuntasan polemik pencemaran limbah di Kali Bekasi, karena dampaknya pada warga kami,” tandas Rahmat juga. (dny)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Pembuang Limbah bakal Dijerat Undang-Undang

Megapolitan / Uji Coba PLTSa Sumurbatu Terkesan Dipaksakan

Megapolitan / Lima Kawasan TOD di Kota Bekasi Bakal Berkembang

Megapolitan / Kota Bekasi Kekurangan Dokter Hewan

Megapolitan / Lahan Kumuh di Kota Bekasi masih Tersisa 211,83 Hektare


Baca Juga !.