Nasional

PA 212 : "Bebaskan" Pembakar Bendera, Jangan Salahkan Umat Marah

Redaktur: Redjo Prahananda
PA 212 : "Bebaskan" Pembakar Bendera, Jangan Salahkan Umat Marah - Nasional

Diskusi publik bertemakan Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

INDOPOS.CO.ID - Ketua umum Persaudaraan Alumni 212 KH Slamet Ma'rif mengecam pernyataan aparat kepolisian menyatakan para pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid, La Illaha Ilallah Muhammad Rosululloh dinyatakan tidak memenuhi unsur pidana.

Menurutnya, keputusan itu terlalu cepat diambil oleh pihak aparat. "Kami menyesalkan adanya pemberitaan bahwa 3 pelaku pembakaran bendera itu dibebaskan atau tidak ditetapkan sebagai tersangka,” ketus Kiai Slamet.

“Itu proses cepat dan mengada-ada," kata Slamet kepada INDOPOS di sela-sela acara diskusi publik bertemakan Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Dia menjelaskan, sejak kasus ini mencuat pada Senin, (22/10/2018) lalu sehingga membuat kegaduhan di tanah air, dirinya memantau pihak kepolisian belum mendengar pendapat ahli agama.

"Yang saya tahu kasus ini, kepolisian belum memenuhi syarat pengungkapan kasus dengan memanggil saksi ahli maupun saksi lain. Tetapi berdasar alat bukti, video beredar sudah selayaknya itu tiga pelaku langsung ditahan dan ditetapkan tersangka," tegas dia.

Dengan keputusan kepolisian itu, dirinya pun menegaskan bahwa umat Islam di tanah air akan terus melakukan aksi demonstrasi.

"Kami mengimbau polisi berbuat adil. Jangan buat umat Islam semakin marah unuk melawan para penoda agama. Peristiwa ini sudah menginjak-injak harga diri kami dan selalu menjunjung kalimat La Ilaha Ilallah Muhammad Rosululloh,"

Sebelumnya, kepada wartawan, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan tiga orang diduga sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU) Garut, Jawa Barat membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid tidak melakukan pidana karena tidak berniat jahat (mens-rea) sehingga tidak memenuhi unsur pidana. (dil)

Berita Terkait


Baca Juga !.