Indonesia Berharap Satu gelar, Dua Nomor Perorangan Potensial di WJC 2018

INDOPOS.CO.ID – World Junior Championships (WJC) 2018 menjadi kawah candradimuka pebulu tangkis junior dunia. Dari ajang tersebut, muncul bibit-bibit andalan Indonesia untuk bisa bersaing di level senior. Beberapa contoh nyata delegasi Indonesia yang kini menjadi andalan yakni, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Gregoria Mariska Tunjung hingga Anthony Sinisuka Ginting.

Tahun ini, WJC berlangsung di Markham, Kanada. Nomor beregu campuran akan berlangsung terlebih dahulu pada 5-10 November pekan depan. Sedangkan nomor perorangan menyusul sepekan berikutnya.

Khusus di beregu campuran, Indonesia menempati Grup H. Rehan Naufal dan kawan-kawan akan bersaing bersama Inggris, Meksiko, Makau, dan Austria. Secara teknis, tim Indonesia tidak akan kesulitan untuk melewati babak penyisihan grup. Setiap juara grup akan masuk pada babak knock out 8 besar.

“Di beregu, perhitungan kami bisa minimal masuk semifinal. Secara umum, kami berharap satu gelar dari WJC 2018,” terang Kabidbinpres PP PBSI, Susi Susanti di Jakarta, Selasa (30/10). Tahun lalu di Jogjakarta, Indonesia mentok di babak 8 besar. Saat itu, Gregoria Mariska dkk dari Tiongkok 1-3.

Sementara itu, untuk nomor perorangan, Indonesia punya kans yang cukup besar setidaknya di dua sekto potensial. Yakni ganda putri dan ganda campuran. Indonesia mengandalkan Rehan Naufal/Siti Fadia di ganda campuran dan Siti Fadia/Agatha Imanuella di sektor ganda putri.

Sebagai catatan, Rehan/Fadia merupakan runner up edisi tahun lalu. Di final, mereka dikalahkan seniornya, Rinov Rivaldy/Phita Haningtyas Mentari yang kini sudah naik di level senior. “Dari berbagai turnamen, mereka juga tampil menjanjikan,” lanjut Susi.

Amon Sunaryo, pelatih ganda campuran pelatnas junior masih mengandalkan Rehan/Fadia untuk bisa curi gelar di Kanada. “Seharusnya mereka bisa, tetapi belakangan performa mereka menurun,” ujar Amon.

Malah, Fadia yang turun di ganda putra bersama Agatha bisa mencuat. Mereka menembus semifinal Hyderabad Open 2018 lalu.  Kebijakan bermain rangkap menjadi media untuk menempa fisik para pemain junior Indonesia. Itu juga sekaligus menjadi salah satu tolok ukur PP PBSI untuk menyiapkan regenerasi selanjutnya.

Selain dua nomor tersebut, sejatinya ada Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay di tunggal putra.  Dia kini menempati seeded kedua setelah Kunlavut Vitidsarn dari Thailand. Tetapi, catatan Ikhsan Rumbay di Youth Olympics Games menjadi catatan tersendiri.

Ikhsan Rumbay terhenti di babak kuarter final. dia kalah dari Lakshya Sen dari India. “Catatanya mereka ini masih muda, kadang masih labil mainnya. Kadang kurang yakin dan masih takut sebelum main,” beber Susy yang merupakan manajer tim Indonesia di WJC 2018. (bam)

Komentar telah ditutup.