Jakarta Raya

Karya Seni Berbalut Harapan

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Karya Seni Berbalut Harapan - Jakarta Raya

UNIK-Berbagai kreasi narapidana ditampilkan di Napi Craft Indonesia dengan tema "Hope" di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua, Jakarta, Barat, Rabu (31/10). Foto: ZULHAIDAH BAHAR/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID -Jiwa kreativitas akan tetap ada. Meski tubuh berada dibalik jeruji besi.
Itu dibuktikan lewat berbagai barang seni hasil karya narapidana. Hasilnya unik. Menarik.
Sebanyak 30 karya seni dipamerkan dalam acara Napi Craft Indonesia bertajuk "Hope" di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (31/10). Ketigapuluh karya yang dipamerkan sejak 31 Oktober hingga 7 November mendatang itu dipilih dari 600 hasil seni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM. Bekerja sama dengan Second Chance Foundation, yayasan yang bergerak dalam pendampingan narapidana.
Napi Craft Indonesia sudah diselenggarakan sejak tahun 2012 dan setiap tahunnya berhasil meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu narapidana. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini menyuguhkan konsep yang berbeda.

Yaitu, pameran hasil karya seni dalam Lapas digelar di museum. Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami berharap, warga binaan memperoleh keterampilan setelah menjalani hukuman dan kembali ke masyarakat.
"Saya berharap melalui dukungan kegiatan ini dapat mengembalikan semangat narapidana untuk menyadari dan mempersiapakan diri kembali ke masyarakat. Berbekal berbagai keterampilan selama di Lapas," ujarnya disela-sela pameran.

Melalui pameran tersebut, dia berharap bisa meningkatkan kepercayaan diri para napi. Agar mereka yakin dengan kemampuan yang dimiliki.

"Kami berupaya untuk membuat mereka menjadi manusia yang berkualitas dan produktif. Dari hasil karya ini menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan dimasa yang akan datang dengan keterampilan yang mereka miliki," imbuhnya.

Ketua dan Pendiri Yayasan Second Chance Evy Amir Syamsudin menambahkan, tema "Hope" yang berarti harapan sengaja dipilih. Agar masyarakat dapat melihat bahwa karya-karya ini lahir dari kesungguhan, kesabaran, serta keikhlasan dari para narapidana Lapas.

Menurutnya, hasil karya tersebut membuktikan, bahwa jiwa seni tetap terasah, meski mereka tengah berada di penjara. Beberapa karya yang dipamerkan diantaranya, Freedom Series (WBP dari Lapas Klas 1 Tangerang), Giant Alquran (WBP Lapas Banyuwangi), dan Picture of Home dalam guratan cat di atas piring (WBP Lapas Klas IIA Salemba). Ada banyak harapan tersirat dari berbagai lukisan yang dipamerkan. Salah satunya kerinduan akan kampung halaman, orang yang dikasihi, istri, anak, dan orangtua. Serta keinginan yang kuat untuk kembali ke kehidupan luar. (zbs)

 

Berita Terkait

Ekonomi / Urban Quarter Sajikan Brand Lokal Terbaik

Nasional / Pamerkan Destinasi Wisata, Kemenpar Dukung Pekan Inovasi 2018

Jakarta Raya / Belasan Seniman Yogyakarta Pamerkan Karya Seni

Jakarta Raya / Tampilan Menawan Lace & Manik

Jakarta Raya / Pameran Produk UKM Khas Perajin Jakut

Fashion / Yuk Lihat Proses Kehidupan di Pameran Seni Fotografi Fashion


Baca Juga !.