Nasional

Taufik Kurniawan Didesak Mundur

Redaktur: Nurhayat
Taufik Kurniawan Didesak Mundur - Nasional

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Taufik Kurniawan didesak mundur baik dari kursi Wakil Ketua DPR RI maupun Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Hal itu pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal suap senilai Rp 3,65 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen tahun 2016.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz mendesak agar Taufik segera mengundurkan diri dari jabatannya selaku Wakil Ketua DPR. ICW juga meminta Taufik yang juga politikus PAN ini kooperatif dalam menghadapi proses hukum yang dilakukan oleh KPK. ”Kita minta Taufik kooperatif dengan pemeriksaan dengan KPK. Selain itu, yang bersangkutan harus mundur dari jabatan sebagai unsur pimpinan DPR agar tidak membawa-bawa institusi dalam persoalan hukum ini,” kata Donal kepada wartawan, Rabu (31/10).

Desakan mundur itu, kata Donal, sebagai antisipasi agar kasus seperti mantan Ketua DPR Setya Novanto tidak terulang kembali, mengingat keberadaan Taufik hingga kini belum bisa dipastikan. Ketika itu, Novanto tidak kooperatif dan berusaha kabur saat penyidik KPK hendak menangkapnya.

ICW juga, sambung Donal, meminta Amien Rais, sebagai politikus senior PAN untuk tidak menghambat kerja KPK dalam menegakan hukum korupsi. Menurutnya, Amien Rais yang mendatangi KPK tanpa dasar yang jelas hanya sebatas framing politik. ”Untuk sejawat politiknya (Taufik Kurniawan) seperti Amin Rais agar tidak melakukan framing-framing politik kepada kerja KPK,” tegas Donal.

Sebab, lanjutnya, keterlibatan Taufik dalam kasus ini telah menjadi fakta yang kuat karena terkuak di dalam pengadilan Tipikor terhadap tersangka Bupati Kebumen non-aktif, Muhamad Yahya Fuad. ”Terberatnya,Taufik tidak bisa dilepaskan dari fakta persidangan atas perkara sebelumnya. Sehingga tentu langkah hukum KPK tersebut bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto mengaku, hingga saat ini belum berkomunikasi dengan Taufik Kurniawan. ”Saya jujur belum berkomunikasi,” ujar Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/10).

Yandri juga mengatakan, partainya akan segera menggelar pertemuan untuk membahas status Taufik Kurniawan tersebut. Partainya akan segera mengevaluasi jabatan Taufik sebagai Wakil Ketua DPR. ”Pesan Bang Zulkifli dan Pak Sekjen, posisi Mas Taufik Kurniawan akan kita evaluasi di pimpinan DPR,” katanya.

Meskipun demikian Yandri Susanto berharap sebelum diganti Taufik Kurniawan mundur sebagai Wakil Ketua DPR. Sehingga Taufik Kurniawan bisa fokus menjalani proses hukumnya di KPK. ”Kalau beliau mundur, mungkin akan lebih baik. Tetapi sekali lagi kita minta dia untuk fokus pada persoalan hukum yang membelit dia sehingga lebih punya waktu dan supaya DPR tak tersandera,” katanya.

Taufik Kurniawan sendiri, menurut Yandri, belum meminta bantuan hukum kepada partai. Hanya saja menurutnya kebanyakan kader PAN yang terjerat masalah hukum sudah memiliki pengacara sendiri. ”Semua proses yang menimpa kader PAN, dalam kasus korupsi, di internal PAN, rata-rata mereka sudah punya pengacara sendiri. Hingga kini mas Taufik belum sampaikan usul atau permintaan untuk bantuan secara hukum. Kami yakin mas Taufik sudah punya tim pengacara yang kuat. Sekali lagi tentu kami ikuti perkembangannya,” pungkasnya.

Diamini Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan. Dia mengatakan, partainya akan segera rapat membahas Taufik Kurniawan yang berstatus tersangka KPK. PAN, kata Bara Hasibuan akan membahas posisi Wakil Ketua DPR yang dijabat Taufik Kurniawan. ”Ya tentu kami akan mengadakan rapat internal ya untuk menentukan langkah selanjutnya dalam arti posisi pak Taufik Kurniawan di Wakil Ketua DPR,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/10).

Menurut Bara Hasibuan pembahasan posisi wakil Ketua DPR yang dijabat Taufik Kurniawan harus segera dilakukan. Pasalnya mereka yang terjerat kasus hukum di KPK biasanya tidak akan lepas. ”Karena tentu kita tahu kalau proses di KPK sudah berjalan tidak ada langkah mundur dalam arti memang kita harus menentukan langkah secepatnya dan tentu kita ingin bahwa semua anggota kami kader kami yang menduduki posisi-posisi di permerintahan atau di legislatif ya itu juga tidak terkena kasus hukum,” kata Bara Hasibuan.

Bara Hasibuan menambahkan, meski tidak langsung dipecat sebagai anggota partai, secara aturan Taufik Kurniawan harus mundur sebagai Wakil Ketua DPR. Partainya menurut Bara memiliki code of conduct yang harus ditaati semua kader. ”Tidak (dipecat, Red), tapi kita ada code of conduct, partai yang memang secara tegas menyatakan bahwa setiap anggota yang terkena kasua hukum harus mudur dari jabatan. Bukan pakta integritas yang di tapi code of conduct yang mengikat kepada semua anggota apakah mereka yang menduduki posisi atau yang tidak,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo berharap koleganya tersebut tidak perlu mundur dari jabatan sebagai pimpinan dewan. Alasannya karena pengadilan belum memutuskan Taufik Kurniawan bersalah sebagai penerima suap. ”Saya harapkan beliau tetap hadir dan aktif di DPR dan tidak perlu mundur sambil melaksanakan proses hukum yang berjalan,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10).

Terkait kasus ini, politikus Partai Golkar ini mengaku kaget saat KPK mengumumkan penetapan Taufik sebagai tersangka. Sehingga Bamsoet mendoakan semoga politikus PAN tersebut bisa tabah dalam menjalani proses hukum. ”Kita prihatin dan mendoakan beliau bisa menjalankan proses hukum sabar, tabah, dan cepat selesai,” katanya.

Sementara itu, terkait kasus yang melilit Taufik, pimpinan DPR pun bakal melakukan koordinasi dengan pimpinan lainnya. Hal ini untuk menyikapi status hukum Taufik . Namun demikian dia berharap semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. ”Selanjutnya kami akan melakukan koordinasi sama pimpinan karena ini menyangkut tiket di masa reses,” tutupnya. (aen)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Kasus Gratifikasi RY, KPK Panggil Dua saksi

Nasional / Mau Bantu KPK Pilih Anggota, Kirim ke Email ini

Nasional / Lolos Seleksi, Ini 104 Nama Capim KPK

Nasional / KPK Ajak Anak Muda Pahami Pentingnya Pencegahan Korupsi


Baca Juga !.