Selasa, 13 November 2018 10:02 WIB
pmk

Nusantara

Tol Cisumdawu Rampung, Bandara Kertajati Diprediksi Ramai

Redaktur: Heryanto

Suasana BIJB Kertajati masih belum ramai.

INDOPOS.CO.ID - Sejak diresmikan, Mei 2018 lalu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat (Jabar) saat ini masih tampak sepi.

Tidak banyak calon penumpang atau pengunjung di bandara terbesar di Jabar tersebut. Salah satu kendala sepinya penumpang, itu diprediksi karena akses ke bandara tersebut masih sulit. Atau cukup jauh.

"Yang jadi persoalan dari Bandung menuju Bandara Kertajati harus melalui Cipularang. Itu memakan waktu sekitar 2,5 jam. Ke sini agak lama. Namun Kalau tol Cisumdawu selesai dikerjakan, maka dari Bandung ke sini hanya sekitar 45 menit," ujar Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis BIJB Agus Sugeng Widodo, saat diskusi dengan awak media di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (2/11/2018).

Jumlah calon penumpang di BIJB Kertajati yang masih sepi tak terlepas dari masih sedikitnya penerbangan di sana. Tercatat sampai sekarang baru ada Citilink dengan rute penerbangan Kertajati-Surabaya.

"Ini kemudian sama seperti menentukan mana lebih dulu ayam atau telur. Maskapai bertanya mana penumpangnya, kemudian penumpang bertanya mana penerbangannya. Ini yang jadi tantangan buat kami di sini," ujar Agus.

Di BIJB Kertajati bisnis kargo akan meningkat. Apalagi bandara dekat dengan Pelabuhan Cirebon dan Patimban. "Sehingga potensi sekali untuk bisnis kargo," ujar Agus.

Menurut Agus, BIJB Kertajati sepatutnya mendapatkan penumpang dan maskapai yang banyak lantaran merupakan bandara terbesar yang dibangun tanpa embel-embel perintis sebelumnya.

Namun demikian, pada praktiknya sejak dioperasikan pada Mei 2018 BIJB masih sepi penumpang dan maskapai penerbangannya. Sepinya penumpang di BIJB Kertajati tak terlepas dari masih sedikitnya penerbangan di sana. Tercatat sampai sekarang baru ada Citilink dengan rute penerbangan Kertajati-Surabaya.

"Ini kemudian sama seperti menentukan mana lebih dulu ayam atau telur. Maskapai bertanya mana penumpangnya kemudian penumpang bertanya mana penerbangannya. Ini yang jadi tantangan buat kami di sini," ujar Agus.

Salah satu hal yang menjadi permasalahan sepinya penumpang di BIJB Kertajati adalah masih terbatasnya akses menuju lokasi dari Jakarta dan Bandung. "Namun nanti akan beroperasi Tol Cisumdawu. Dan kereta api bandara juga akan dbuat," pungkasnya. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #tol-cisumdawu #bandra-kertajati 

Berita Terkait

IKLAN