Nasional

Walau Ikuti Proses Hukum, Taufik Sebut Kasus DAK Sebagai Sebuah Rekayasa

Redaktur: Heryanto
Walau Ikuti Proses Hukum, Taufik Sebut Kasus DAK Sebagai Sebuah Rekayasa - Nasional

Tersangka Kasus DAK Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan usai menjalai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta. foto: dhika

INDOPOS.CO.ID - Setelah diperiksa selama 9 jam oleh penyidik KPK, sejak pagi pukul 09.00 WIB, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan keluar Gedung KPK pukul 18.18 WIB dan langsung mengenakan rompi orange bertuliskan 'Tahanan KPK'. 

Sebelum memasuki mobil tahanan, ia mengatakan kasus yang menjeratnya merupakan sebuah rekayasa. Namun, dirinya tak menjelaskan secara rinci maksud dari pernyataanya tersebut. 

"Bicara rekayasa manusia, rekayasa milik Allah paling sempurna," ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung KPK, Jalan Rasunda Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (2/11/2018).

Kendati demikian, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menyebutkan akan mengikuti proses hukum hingga memasuki persidangan. "Saya akan ikuti prosesnya yang ada di KPK. Terakhir semua akan diketahui di persidangan," jelas Taufik Kurniawan. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, menuturkan Taufik Kurniawan akan ditahan di rutan gedung KPK yang lama.

"TK ditahan 20 hari pertama di rutan cabang KPK di Kantor KPK Kav. C-1," beber Febri. 

Sebelumnya, Taufik ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah oleh oleh KPK. Taufuk diduga menerima sekurang-kurangnya Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen Periode 2016-2021 Muhamad Yahya Fuad. (dan)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / Ditanya soal Borgol, Taufik Kurniawan Tersenyum

Nasional / Desak Taufik Kurniawan Mundur

Politik / PAN Masih Pegang Surat Pengunduran Diri Takur

Headline / Resmi Jadi Tersangka KPK, Taufik Kurniawan Ragu Mundur

Headline / Suap DAK Kebumen, Taufik Kurniawan Fokus Selesaikan Perkara

Hukum / KPK Periksa Taufik Kurniawan sebagai Tersangka


Baca Juga !.