Headline

Siap Jemput Habib Rizieq

Redaktur: Juni Armanto
Siap Jemput Habib Rizieq - Headline

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto

INDOPOS.CO.ID -Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berjanji akan menjemput Imam Besar Habib Rizieq Shihab dari Makkah untuk pulang ke Indonesia jika dirinya terpilih menjadi Presiden pada Pemilu 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo Saat menghadiri acara Tabligh Akbar dan Deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo Sandi (Koppasandi) yang dipimpin KH Abdul Rosyid Abdullah Syafi'ie di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11). "Saya akan bekerja untuk beliau (Habib Rizieq Shihab, Red) kembali, dan jika saya presiden nanti, maka saya akan jemput beliau kembali. Sekalian umrah, saya akan bawa pulang beliau kembali ke tanah air," ungkap Prabowo yang langsung disambut gemuruh takbir oleh para ulama dan pendukungnya. Perlu diketahui, Habib Rizieq Shihab yang juga pimpinan Front Pembela

Islam (FPI) itu belum bisa pulang ke Indonesia lantaran dicekal Pemerintah Arab Saudi.
Prabowo mengaku maju bersama Sandiaga Salahuddin Uno bukan karena haus akan kekuasaan dan bukan karena ambisi semata. Ia menjelaskan bahwa tekadnya untuk maju pada Pilpres 2019 ini hanya untuk berjuang menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saat prajurit muda, saya meminta kepada Allah SWT untuk diberikan keselamatan dalam membela dan menjaga NKRI ini. Karena itu, ketika pensiun, saya terus berjuang di jalur politik untuk menjaga kedaulatan bangsa dan negara Indonesia. Dan saya mengerti dan memahami bahwa pada saat ini dalam suatu keadaan yang tidak benar, dan keadaan yang tidak benar ini harus kita perbaiki," tandas mantan Panglima Kostrad dan Danjen Koppassus itu.

Prabowo juga meminta kepada seluruh relawan dan pendukungnya untuk tetap menjaga kesejukan dan kedamaian dalam berjuang memenangkan Pemilu 2019. Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga menjelaskan bahwa kondisi ekonomi bangsa ini harus diperbaiki. Sebab, sebagian besar kekayaan alam Indonesia tidak dikuasai seluruh bangsa Indonesia dan hanya dikuasai segelintir orang saja.

"Saya menganjurkan bahwa kita harus melaksanakan tugas sebagai warga negara dengan rasa tanggung jawab, tidak ada rasa kebencian dan kemarahan. Rakyat kita yang paling bawah sudah mengerti keadaan. Ekonomi kita tidak dikuasai rakyat dan hanya dikuasai segelintir orang saja," tutur pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951.

Salah satu contoh, Prabowo menyinggung sulitnya kehidupan para nelayan karena ikan dan garam itu diimpor dari luar, dan petani di Klaten juga mengalami kesulitan lantaran pemerintahan Jokowi kerap mengimpor pangan. "Beberapa hari lalu saya ke sana (Klaten, Red), para petani mengeluh karena hasil panen mereka tidak laku lantaran masuk beras impor yang lebih murah," tegas Prabowo yang disambut teriakan takbir dari peserta.

Dalam deklarasi tersebut, Prabowo juga disematkan rompi dan topi yang bertuliskan kalimat tauhid sebagai simbol semangat perjuangan dari para ulama dan selalu berjuang atas nama Allah SWT dalam membangun bangsa dan negara Indonesia ke depan.

Komandan Jenderal Koppasandi KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie mengatakan, para ulama berkumpul untuk melanjutkan resolusi amanah hasil Ijtima Ulama II. Ia berharap Prabowo-Sandiaga bisa menang. "Koppasandi fokus bekerja menjaga dan mengajak umat Islam bersama komponen Alumni 411 dan Alumni Mujahid Mujahidah 212 untuk jadikan rumah umat Islam posko pemenangan dan juga mata pemenangan Prabowo-Sandiaga di tiap TPS," katanya dalam orasinya.

Ia mengatakan, Koppasandi siap bersinergi dan saling melengkapi dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. "Deklarasi dan perjuangan ini untuk melanjutkan Resolusi Ijtima ulama II untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pada Pemilu 2019. Ini adalah resolusi jihad politik dan konstitusional dan berkolaborasi dengan tim pemenangan lainnya," katanya.

Selain itu, Kiai Rosyid juga menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan para ulama kepada Prabowo-Sandi karena melihat keadaan sosial di Indonesia saat ini yang tidak bisa memberikan rasa keadilan dan gagalnya pembangunan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. "Rasa keadilan sulit, kita temukan hukum tajam ke bawah tumpul ke atas, penanganan bencana yang telat dan kesejahteraan yang tidak merata. Karena itu, kita harus memiliki pemimpin yang tegas yang kuat yang diridhoi Allah SWT untuk membangun dan menciptakan perubahan di negeri ini," ungkapnya yang disambut takbir para relawan.

Acara Deklarasi Koppasandi yang diawali dengan salat Subuh berjamaah dan ditutup hingga salat Duhur ini pun diisi dengan berbagai orasi dari para ulama dan habaib yang intinya bagaimana umat Islam memberi dukungan penuh kepada capres nomor urut 02 itu. "Koppasandi merupakan turunan dari Ijtima Ulama II. Salah satu poin dari Ijtima Ulama II ini adalah mendukung pasangan Prabowo -Sandi. Jadi wajib kita dukung," teriak Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath dalam orasinya di depan ribuan umat Islam yang hadir di acara itu.

Ia juga mengingatkan Prabowo telah menandatangani 17 poin pakta integritas dalam Ijtima Ulama tersebut. "Ini tidak boleh hanya sekadar formalitas. Kami membuat konferensi pers, disebarkan begitu saja, tidak. Harus kami pertanggungjawabkan dalam bentuk kerja nyata untuk memenangkan Prabowo-Sandi," tegasnya.
Kepada orang-orang yang hadir, Al-Khaththath mengatakan, Pilpres 2019 berbeda dengan 2014. Pada Pilpres 2019 umat Islam bakal berjuang lebih keras, lebih cerdas, dan lebih ikhlas memenangkan Prabowo-Sandi. (dil)

 

Berita Terkait

Headline / Pengamat Sayangkan Prabowo Terpancing Emosi

Politik / Jokowi Ibaratkan Persahabatan dengan Prabowo Seperti Sepeda

Headline / Jokowi Banggakan RI Penduduk Muslim Terbesar


Baca Juga !.