Hukum

Usai Diperiksa KPK, Mantan Sekretaris MA Tak Banyak Bicara

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Usai Diperiksa KPK, Mantan  Sekretaris MA Tak Banyak Bicara - Hukum

DIPERIKSA-Mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman.

INDOPOS.CO.ID - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman tak banyak bicara usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (6/11/2018). Ia diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Eddy Sindoro dalam kasus dugaan suap terkait Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Nurhadi diperiksa kurang lebih selama enam jam. Ia mengaku dicecar pertanyaan yang sama seperti pemeriksaan sebelumnya seperti pertanyaan transaksi dugaan suap yang dilakukan Eddy kepadanya. "Iya-iya (ditanya soal transaksi)," ujarnya singkat di Kantor KPK jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan.

Ia juga mengaku tak pernah bertemu dengan Eddy. "Sama sekali tidak ada," kata Nurhadi. Dalam kasus ini, Eddy sempat melarikan ke luar negeri selama dua tahun. Ia menyerahkan diri pada 11 Oktober 2018 di Singapura.

Kasus ini sudah bergulir sejak tahun 2016. Eddy sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2016. Suap diberikan agar Edy Nasution membantu pengurusan pengajuan PK perkara PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus. Padahal, pengajuan itu telah melewati batas waktu yang ditentukan undang-undang.

Dalam berkas putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai inisiator suap pengurusan perkara di PN Jakpus. Terkait hal itu, Eddy meminta bantuan kepada Nurhadi untuk menerima berkas pendaftaran PK PT AAL.

Nurhadi lantas memerintahkan Edy Nasution untuk segera memasukkan berkas pendaftaran PK meski pengajuannya sudah melewati batas waktu. Uang suap kepada Edy Nasution kemudian diserahkan melalui perantara Doddy Ariyanto Supeno, orang kepercayaan Eddy Sindoro. (jaa)

Berita Terkait


Baca Juga !.