Hukum

KPK Bidik Lippo Group

Redaktur: Darul Fatah
KPK Bidik Lippo Group - Hukum

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Lippo Group terlibat dalam dua kasus suap yang menjerat dua petingginya, yakni kakak beradik Eddy Sindoro dan Billy Sindoro.

Perkara yang pertama terkait adanya dugaan suap pengurusan sejumlah perkara Lippo Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Kedua, terkait dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta kepada Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

"Dalam dua perkara ini kami duga ada kaitan dengan kepentingan pihak Lippo Group," cetus Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Dalam perkara suap panitera PN Jakpus, Eddy Sindoro diduga menyuap Edy Nasution untuk membantu pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus.

Padahal, pengajuan itu telah melewati batas waktu yang ditentukan undang-undang. Atas dasar ini, lembaga antirasuah telah menetapkan tersangka kepada Eddy.

Sementara itu, kasus suap Meikarta, KPK telah menetapkan 9 orang menjadi tersangka. Lima orang berasal dari pejabat Pemkab Bekasi. Yakni Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kadis PUPR Jamaludin, Kadis Pemadam Kebakaran Sahat M Nohor, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Dewi Tisnawati, serta Kabag Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

Lalu empat orang lainnya dari Lippo Group selaku pengembang proyek Meikarta diantaranya Direktur Operasional Billy Sindoro, satu pegawai Henry Jasmen, dua konsultan Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Bupati Bekasi dan anak buahnya diduga menerima uang Rp 7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama yang mencapai Rp 13 miliar dari Billy cees. Suap ini diduga berkaitan dengan perizinan proyek pembangunan ambisius Meikarta. (jaa)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.