Hukum

KPK Jadikan Bekas Wabup Malang Tersangka Kasus Suap Bupati Mojokerto

Redaktur: Heryanto
KPK Jadikan Bekas Wabup Malang Tersangka Kasus Suap Bupati Mojokerto - Hukum

Jurubicara KPK Febri Diansyah. Foto : Jaa Rizka Pradana / INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan bekas Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan serta dua orang lain sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada Bupati Mojokerto Mustafa Kamal Pasa. Dua orang lagi dari pihak swasta bernama Nabiel Titawano dan Direktur PT. Sumawijaya Achmad Suhawi.

Kasus ini berkaitan dengan perkembangan penanganan perkara dugaan suap pengurusan Izin Prinsip Pemanfaatan Ruang (IPPR) dan lzin Mendirikan Bangunan (IMB) atas pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015. Adapun dugaan nilai suap yang diterima Bupati Mojokerto sebesar Rp 2,73 miliar. Imbalan ini merupakan proses perizinanan 22 tower milik dua perusahaan di atas.

"KPK meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan sejalan dengan penetapan tiga orang lagi sebagai tersangka," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Kantor KPK Kuningan Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Febri menjelaskan, penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap perizinan Bupati Mojokerto. Katanya, dalam proses penyidikan, lembaga antirasuah menemukan sejumlah fakta-fakta baru.

KPK mensinyalir Nabiel bersama Ockyanto selaku Permit and Regulatory Division Head PT. Tower Bersama Infrastructure (Tower Bersama Group) memberi hadiah atau janji kepada Bupati Mojokerto terkait dengan Pengurusan IPPR dan IMB atas Pembangunan 11 Menara Telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto Tahun 2015.

Sedangkan, tersangka Achmad Suhawi dan bekas Wabup Malang diduga bersama Onggo Wijaya selaku Direktur Operasi PT.Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) memberi hadiah serupa kepada Bupati Mojokerto dengan perkara yang sama. "Total izin tersebut adalah untuk 22 menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto," tegas Febri.

Sebelumnya, tiga orang telah ditetapkan tersangka dalam kasus ini pada tanggal 18 April 2018. Ketiganya yakni Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa  Ockyanto dan Onggo Wijaya. (jaa)

Baca Juga


Berita Terkait

Headline / Kasus Gratifikasi RY, KPK Panggil Dua saksi

Nasional / Mau Bantu KPK Pilih Anggota, Kirim ke Email ini

Nasional / Lolos Seleksi, Ini 104 Nama Capim KPK

Nasional / KPK Ajak Anak Muda Pahami Pentingnya Pencegahan Korupsi


Baca Juga !.