Nasional

Kementan Geber Peningkatan Pangan Lokal

Redaktur: Darul Fatah
Kementan Geber Peningkatan Pangan Lokal - Nasional

LUMBUNG PANGAN: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan Muhamad Syakir.

INDOPOS.CO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) berusaha menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Namun, lumbung pangan tersebut bukan hanya berbasis beras. “Semua kekayaan Indonesia masalah pangan akan menjadi sumber pangan,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan Muhamad Syakir di Bogor, Rabu (7/11/2018).

Untuk mewujudkan itu, menurut Syakir, dibutuhkan pendekatan pengolahan pangan dengan inovasi teknologi. Metode pendekatan tersebut sesuai dengan kultur dan agronomi yang diterapkan pada petani di Indonesia. “Potensi perkebunan kita 64 persen, dan itu jadi pengungkit perekonomian kita. Jadi harus dikelola dengan baik,” kata dia.

Syakir menjelaskan, hingga kini pendekatan yang dilakukan pemerintah sudah berhasil. Sejumlah pangan lokal berhasil dikembangkan, seperti cabe hingga bawang yang kini sudah berhasil impor. “Ke depan kita ingin tidak bergantung lagi pada pangan berbahan dasar terigu. Dengan mengolah bahan pangan lokal seperti singkong, jagung dan hasil perkebunan lainnya,” ungkap dia.

Ia menyebutkan, tingkat konsumsi terigu nasional 2018 mengalami peningkatan. Dari tahun 2008 yang hanya 15,5 kg/ kapita/ tahun meningkat menjadi 25 kg/ kapita/ tahun di 2018. Tentu saja ini menjadi beban devisa negara meningkat, sebab bahan dasar terigu tidak dikembangkan di dalam negeri. “Kita akan bangkitkan lagi daerah sumber pangan lokal, seperti Papua, Maluku dan lainnya,” ucapnya. (nas)

Berita Terkait

Megapolitan / Ibu Kota Ketergantungan Pangan dengan Daerah

Megapolitan / Duh, Marak Pangan Olahan Tak Kantongi Izin

Kesra / Data Dinilai Bias, Disarankan Pemutakhiran

Nasional / Petani di Ujung Senja, Roadmap Pangan Capres Tak Jelas

Ekonomi / Solusi Pangan melalui Sustainable Farming 


Baca Juga !.