Selasa, 13 November 2018 09:59 WIB
pmk

Nasional

Pengemudi Transportasi Online Berhak Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Redaktur: Darul Fatah

DAFTAR- Petugas BPJS Ketenagakerjaan bersosialiasisi di lokasi seleksi pengemudi transportasi online Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara.FOTO:BPJSTK

INDOPOS.CO.ID - BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing bersosialisasi selama 10 hari dalam momen penerimaan pengemudi transportasi online di Gelanggang Remaja Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Petugas BPJS Ketenagakerjaan silih berganti bersosialisasi dengan cara dialog langsung dengan para calon pengemudi hingga akhir seleksi.

”Pengemudi transportasi online ini sangat rentan dengan kecelakaan kerja. Apalagi di daerah Jakarta Utara seperti wilayah operasional kita di Kecamatan Koja. Yang melintas adalah kendaraan besar-besar, sudah sering kita menerima dan menangani korban kecelakaan kerja dan itu banyak sekali dari pengendara motor.” ungkap Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Cilincing Yudi Amrinal (11/7/2018).

Yudi mengungkapkan, program jaminan sosial ketenagakerjaan saat ini tidak hanya dimiliki oleh pekerja formal saja. Tetapi pekerja informal atau pekerja mandiri seperti pedagang, pengemudi transportasi online, tukang parkir, kuli panggul, artis, dll berhak memilikinya. ”Kami diamanatkan oleh UU wajib menyampaikan informasi ini kepada pekerja informal karena program ini adalah hak sekaligus kewajiban mereka,” jelas Yudi.

Tujuan sosialiasi tersebut adalah agar pekerja informal terutama yang dalam kategori pekerja rentan terlindungi dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurut Yudi, pekerja informal bisa mendaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dalam kategori bukan penerima upah (BPU).

Menurut dia, program BPU ini begitu istimewa. Peserta bebas memilih level iuran sesuai dengan kemampuan upah masing-masing. Bahkan peserta bisa mendaftar pada level upah terendah pada kisaran  Rp 1 juta dengan nilai iuran yang sangat terjangkau oleh kalangan bawah yakni hanya Rp 16.800 perbulan. Dengan iuran semurah itu, peserta mendapatkan dua program dasar, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

”Manfaat JKK di sini tidak dibeda-bedakan mana peserta formal mana informal. Semua sama, manfaatnya unlimited alias tanpa batas,” tegas Yudi. Peserta jika mengalami kecelakaan kerja akan dijamin pembiayaan pemulihan rumah sakit sampai dokter menyatakan sembuh. ”Peserta dan keluarga tidak mengeluarkan biaya sepeserpun, dia hanya perlu konsentrasi untuk kesembuhannya saja dan sampai kembali bekerja,” cetus dia.

Pada umumnya pemulihan kasus kecelakaan kerja memerlukan biaya yang begitu besar. Bahkan jika kasus itu menimpa para pekerja rentan maka akan berpotensi menambah kemiskinan-kemiskinan baru. ”Nah untuk itulah kenapa program ini ada, karena negara ingin hadir untuk memberikan kesejahteraan dan melindungi warga negaranya dari risiko-risiko akibat aktivitas ekonomi,” kata dia.

Untuk itulah, Yudi berharap, pekerja informal seperti pengemudi transportasi online agar memanfaatkan sebaik-baiknya program negara ini. Sebab dengan iuran yang semurah-murahnya, namun memberikan manfaat perlindungan yang sebesar-besarnya.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bpjs-ketenagakerjaan #transportasi-online 

Berita Terkait

IKLAN