Internasional

Polisi Tangkap Enam Pelaku yang Hendak Menyerang Presiden Perancis

Redaktur: Indra Bonaparte
Polisi Tangkap Enam Pelaku yang Hendak Menyerang Presiden Perancis - Internasional

TEGAR – Meski dibayangi serangan teror, Emmanuel Macron bersama dua anak-anak warga setempat tetap memperingati berakhirnya 100 Tahun Perang Dunia 1 di Desa Douaumont. (FOTO : ETIENNE LAURENT / EPA POOL / AFP)

INDOPOS.CO.ID – Polisi perancis menangkap lima pria dan satu wanita yang dicurigai hendak melakukan aksi kekerasan terhadap Presiden Emmanuel Macron. Penangkapan dilakukan ketika Macron sedang memperingati 100 Tahun berakhirnya Perang Dunia I di bekas lokasi pertempuran paling berdarah di Desa Douaumont, Kota Desa Verdun di timur laut Prancis.

Dilansir dari AFP, mereka ditangkap di beberapa lokasi terpisah, yakni di Brittany yang berada di barat laut Perancis, Moselle dan Isere di Timur Perancis, dan di Ile-et-Vilaine di bagian utara negara tersebut. Saat ini enam orang yang ditangkap itu masih terus menjalani penyidikan untuk mengungkap jaringan mereka, dan motif dibalik rencana penyerangan itu. Di kota Moselle, polisi menangkap beberapa tersangka yang sedang menyiapkan sebuah serangan terhadap Presiden Perancis. Kota Moselle sendiri hanya berjarak satu jam perjalanan darat dari Desa Douaumont dimana Presiden Macron memperingati 100 Tahun berakhirnya Perang Dunia I itu.

Dilansir dari CNN, sebuah sumber pejabat otoritas pengadilan Perancis menyebutkan, kalau mereka terkait dengan sebuah kelompok teroris. Sayangnya detil dari profil enam tersangka dan seperti apa rencana serangan itu sejauh ini belum diumumkan. Disebutkan pula, kalau enam orang yang ditangkap rata-rata berusia antara 22 tahun hingga 62 tahun. Untuk tersangka perempuan diketahui berusia 22 tahun. Mereka seluruhnya ditangkap  Badan Intelijen Perancis (DGSI).

"Penyelidikan sedang mengarah untuk mengungkap detil rencana aksi kekerasan terhadap presiden. Saat ini mereka berada di bawah pengawasan  DGSI," kata jaksa penuntut seetempat yang menolak dikutip namanya, Selasa (6/11) waktu setempat.

Dilansir BBC,  sebelumnya, Senin (5/11), Menteri Dalam Negeri Perancis Christophe Castaner telah memperingatkan bahwa negaranya akan tetap waspada terhadap ancaman jaringan ekstrem kanan dan ekstrem kiri.

Untuk diketahui pula, sebelumnya pada pertengahan Juli 2017 lalu, seorang pria berusia 23 tahun ditangkap otoritas keamanan Perancis karena diduga hendak membunuh Presiden Macron di Parade Militer Peringatan Bastille Day pada 14 Juli 2017. Bukan hanya itu, beberapa orang juga sudah ditangkap sepanjang 2017. Selanjutnya, pada Juni tahun ini, polisi anti teroris menangkap 13 orang lantaran terkait kelompok radikal Action des Forces Operationnelles yang berencana menyerang umat muslim di Perancis. Kemudian Oktober lalu polisi kembali menangkap 10 orang karena dicurigai akan menyerang warga muslim dan sejumlah politisi. (jpg/afp/cnn/bbc)

Berita Terkait

Nasional / Pengancam Presiden Ditangkap

Daerah / Lompat ke Kali, Mangapul Ditemukan Tak Bernyawa

Banten Raya / Bogem Bawahan, Pejabat Kecamatan di Tangsel Dipolisikan

Banten Raya / Kencan Singkat Berujung Kematian

Daerah / Rusuh di Rutan Kelas IIB Siak, Polisi Tertembak


Baca Juga !.