Sabtu, 17 November 2018 10:36 WIB
pmk

Nasional

Jokowi Nasehati Hanura Jangan Marah-Marah

Redaktur: Nurhayat

DUKUNGAN- Presiden Joko Widodo bersama Ketua umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang hadir membuka acara Pembekalan Calon Anggota DPR RI Partai Hanura periode 2019-2024, di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, Rabu (7/11).Foto: CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan nasihat kepada Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) agar jangan suka marah-marah. Hal itu dilayangkan saat partai yang dinakhodai Oesman Sapta (Oso) pembekalan para caleg di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta, Rabu (7/11).

Dalam acara tersebut, terlihat Ketua Tim Kemenangan Nasional yang Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Tohir, sejumlah menteri Kabinet Kerja, dan para petinggi partai politik diantaranya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Sekretaris Jenderal PPP Asrul Sani, dan dari Partai Perindo Ahmad Rofiq.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, setiap kali mendengar pidato Oso dirinya terkagum-kagum. ”Bukan saya saja semua terkagum-kagum,” ujar Jokowi.

Ketua Umum Partai Hanura (Oso), sambung Jokowi, ini tegas, tapi dirinya tidak tahu bila saat tidak ada dirinya. ”Atau jangan-jangan halus, tapi saya yakin pasti tegas dan yang saya seneng tegas, tapi tak suka marah-marah,” tuturnya.

Karena, lanjutnya, ada yang tegas tapi suka marah-marah. Terlebih, Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang mau mendengar tapi tegas. ”Mendengar aspirasi takyat, suara rakyat. Berani tegas membuat kebijakan dan tegas dalam bertindak. Tapi tegas itu tidak sama dengan otoriter. Ini beda dan tolong dibedakan,” papar Jokowi.

Saat disinggung apa benar ada tokoh politik nasional yang suka marah-marah kepada rakyat? Jokowi menegaskan, dirinya hanya memberikan contoh. ”Saya tadi cuma memberikan contoh Pak Oesman Sapta, Pak Oso itu tegas tapi tidak suka marah-marah. Karena kalau kita mendekati rakyat dan marah-marah ya tujuan kita nggak tercapai,” selorohnya.

Dia menegaskan, sampaikan yang penting sekarang adalah mendekati rakyat, berkomunikasi dengan rakyat, mendengar aspirasi rakyat. ”Yang saya sampaikan itu aja,” tandasnya.

Sementara Ketua Umum Partai Hanura, Oso dalam sambutannya mengatakan, Hanura selalu jadi pembicaraan baik hal positif maupun negatif. ”Mau negatif, positif masa bodo tapi yang jelas kalau kita diganyang, dihancurkan tapi tetap satu. Calon kita siapa? Jokowi dan wakilnya? Ma’ruf Amin,” ucap Oso di lokasi yang sama.

Oso juga menuturkan alasan mengapa mengusung kembali Jokowi. Alasannya mendasar, yaitu dirinya adalah orang daerah. ”Saya orang daerah, kita semua orang daerah kenapa karena daerah perlu pembangunan di pelosok bukan hanya di Jakarta, sehingga itulah cita kita kepada Jokowi,” ujarnya.

Menurut, Oso, parpol boleh kecil tapi hati para kader Hanura besar. ”Kurang apa kita dikerjain bertahun-tahin tapi Alhamudlillah semua DPD Hanura tetap bersatu,” tukas Oso.

Dalam kesempatan itu Oso juga mengajak para kader Hanura yang menjadi caleg pada Pemilu 2019 harus bisa mengerahkan masyarakat bila yang benar adalah Jokowi. ”Walau menurut lembaga survei hasil survei kecil. Siapa yang bayar survei? Kita (Hanura, Red) nggak pernah bayar survei. Saya yakin hasil survei Jokowi adalah 79 persen. Itu jelas Oso yang survei,” imbuhnya.

Sekali lagi Oso menambahkan, bila Partai Hanura tidak mau bersama-sama dan segera ingin mendengarkan pesan yang disampaikan Jokowi. Tujuannya, agar dapat mengcounter perbuatan fitnah yang dilakukan oleh lawan politik. ”Mari kita lawan, tiap hari kita baca dan mendengar, jangan bodohi rakyat dan katakan yang tidak benar, sehingga rakyat bodoh,” tutup Oso. (aen)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-hanura 

Berita Terkait

Ini Alasan Hanura Usung Jokowi

Politik

Jokowi Singgung Tokoh Politik Suka Marah

Nasional

Hanura DKI Optimistis Menangi Pileg

Politik

IKLAN