Internasional

Trump Kalah di Parlemen Dorong Penguatan Rupiah

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Trump Kalah di Parlemen Dorong Penguatan Rupiah - Internasional

TERANCAM-Presiden AS Donald Trump.FOTO:Sky News

INDOPOS.CO.ID - Pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dapat kembali menunjukan kenaikannya. Itu seiring dengan masih adanya sentimen positif domestik yang didukung dari meredanya permintaan akan USD.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, meredanya permintaan USD disebabkan adanya hasil pemilu pertengahan Amerika Serikat (AS), di mana Partai Demokrat menguasai DPR dan Partai Republik menguasai Senat.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.610-14.562 per USD,” ujarnya, Kamis (8/11/2018). Menurutnya, membaiknya sejumlah data ekonomi di mana kali ini dari perkiraan membaiknya cadangan devisa memberikan sentimen positif pada pergerakan Rupiah. Tidak hanya itu, lanjutnya, adanya imbas dari pembatasan import dan mulai diberlakukannya transaksi Non-Deliverable Forward. Pelaku usaha dapat melakukan transaksi forward dengan mekanisme fixing (tanpa pemindahan dana pokok) yang dilakukan di pasar domestik turut membantu terapresiasinya Rupiah.

Di sisi lain, kenaikan tersebut juga dipengaruhi menurunnya laju USD jelang pemilu pertengahan AS. Adanya harapan sekaligus perkiraan Partai Demokrat akan memenangi pemilu tersebut membuat permintaan atas aset safe haven yang diantaranya USD berkurang sehingga berimbas pada pelemahan USD.“Tentunya kondisi ini memberikan kesempatan pada Rupiah untuk dapat bergerak positif,” tandasnya. (mys/jpg)

Berita Terkait

Headline / Rupiah Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

Headline / Kurs Rupiah Menguat Tipis

Internasional / Trump Ancam Iran akan Sangat Menderita

Internasional / AS Terbuka dengan Tiongkok, soal Tarif Tunggu Dulu


Baca Juga !.