Senin, 19 November 2018 02:46 WIB
pmk

News in Depth

Tercepat Cair 33 Detik, Tolak Pinjaman Konsumtif

Redaktur: Syaripudin

Aidil Zulkifli

INDOPOS.CO.ID - Perusahaan berbasis teknologi financial tak melulu bermasalah. Seperti UangTeman.com kian mendapat tempat di masyarakat. CEO UangTeman.com Aidil Zulkifli menjelaskan, hal ini karena proses peminjaman uang secara online lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak persyaratan, tidak seperti mengajukan pinjaman ke bank.

''Masyarakat hanya perlu mengunggah foto e- KTP, foto slip gaji, swafoto, dan foto Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi yang sudah bekerja. Kalau data yang diberikan tepat, maka proses verifikasinya juga akan cepat, paling cepat 33 detik,'' ujarnya.

Masyarakat, kata Aidil bisa mengajukan pinjaman pertama maksimal Rp 4 juta. Setelah dilunasi, maka masyarakat bisa kembali meminjam uang dengan batas maksimal Rp 8 juta. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dari lebih 60 ribu nasabah pinjaman online di UangTeman.com, 30 persen diantaranya menggunakan pinjaman untuk produktif misalnya Usaha Kecil Menengah (UKM) dan ojek online untuk biaya bensin sehari-hari.

Sebanyak 20 persen orang meminjam untuk kebutuhan medis berobat rumah sakit dan beli obat. Sekitar 25 persen peminjam dengan alasan edukasi misalnya bayar biaya sekolah dan kuliah. Sedangkan trend kaum muda dengan rentang usia 28-30 tahun meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli ponsel dan traveling.

''Untuk alasan ini biasanya kita tolak meskipun ini menjadi tren. Kami harus bertanggungjawab, kita tidak akan memberikan dana talangan ke nasabah yang tidak produktif karena risikonya lebih tinggi,'' katanya.

Aidil mengungkapkan, masyarakat Indonesia sudah mulai mengenal pinjaman semacam ini. Pihaknya pun sudah memperluas kantor cabang. ''Kantor cabang kami ada di Jawa dan di luar Jawa. Kalau di Jawa itu di Bandung kemudian Semarang, Yogja, Surabaya Malang. Ada juga di Bali, Makasar, Balikpapan, Sumatera, Lampung, dan Jambi,'' urainya.

Setiap tahun, akunya, pertumbuhan pinjaman selalu double digit. Pihaknya berhasil mencatatkan pertumbuhan usaha yang signifikan sampai dengan Kuartal III/2018. Tercatat, perusahaan telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp 300 miliar atau meningkat lebih dari 300 persen.

Ini sejalan dengan tumbuhnya jumlah nasabah baru sebesar enam kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, sehingga perusahaan kini telah melayani lebih dari 60 ribu akun nasabah.

Namun demikian, UangTeman dapat menjaga kualitas penyaluran pinjamannya dengan mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap di bawah 3 persen.

Aidil mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga rasio NPL UangTeman tetap stabil dan dalam batas aman, meski penyaluran pinjaman meningkat signifikan.

Di tengah peningkatan dari sisi usaha, UangTeman juga fokus memperhatikan peningkatan terhadap layanan yang dapat diberikan untuk menunjang kenyamanan para nasabah. Chief Technology and Operations Officer (CTOO) UangTeman Sukan Makmuri mengatakan UangTeman telah menerapkan standar ISO/IEC 27001 terkat dengan sistem manajemen pengamanan informasi sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2016.

''Sertifikasi ISO/IEC 27001 dan sistem yang kami terapkan saat ini merupakan bentuk keseriusan dalam manajemen risiko dan menjaga keamanan data dari setiap pelayanan yang kami berikan kepada pengguna. Ini sangat penting untuk memperkuat posisi UangTeman menjadi pemimpin di bisnis peer-to-peer pinjaman dana multiguna sekaligus meningkatkan inklusi keuangan nasional,'' katanya.

UangTeman juga telah menerapkan sejumlah fitur pelayanan seperti One Tap Pay, agar nasabah bisa memilih bank untuk pembayaran pinjaman dengan sekali tap. Kemudian Advance Notification System yakni mengingatkan batas waktu pengembalian pinjaman nasabah, dan DEEP yakni fitur untuk mengukur tingkat kepuasan nasabah terhadap produk.

Sukses mengembangkan bisnisnya, Aidil mengaku tengah mengkaji proses ekspansi tersebut, sambil melakukan diskusi dengan kuasa hukum dan para regulator di sana. Filipina menjadi pijakan pertama bagi UangTeman untuk memperluas bisnisnya di Asia Tenggara. ''Kami mau meningkatkan inklusi keuangan di Asia Tenggara, dan bukan hanya di Indonesia. Kami mau menjadi platform keuangan yang dikenal luas,'' kata Aidil.

Meski demikian, UangTeman ini belum mau terburu-buru menggeber ekspansi di negara lain, dan mau fokus mengembangkan usaha di Indonesia. Dengan program eskpansi tersebut, UangTeman menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 300 persen di tahun depan. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #news-in-depth 

Berita Terkait

IKLAN