Selasa, 13 November 2018 10:04 WIB
pmk

Headline

Durian di Pesawat Masih Viral

Redaktur: Juni Armanto

Foto : Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Kejadian pesawat Sriwijaya Air SJ 091 rute Bengkulu-Jakarta di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Senin (5/11) lalu yang membawa sekitar dua ton, 25 kilogram (kg) masih menjadi viral dan perhatian netizen di media sosial (medsos).  Aroma buah durian yang menyengat menyebabkan sekitar 145 penumpang saat itu menolak diterbangkan.

Amir Zidane, salah penumpang sempat meng-upload pengalaman plus video di status Facebook-nya pada 5 November sekitar pukul 18.06  WIB. Hingga tadi malam, (7/11), netizen yang komentar sudah mencapai 5,9 ribu dan sekitar 21.390 kali dibagikan.

Sementara netizen lainnya, Farida menyatakan,”Kita sebagai konsumen, hal yang wajar mendapatkan kenyaman di saat terbang dan hal wajar diprotes jika pelayanan tidak maksimal  ‘harus konsumen yang cerdas’, supaya setiap pelayanan tranportasi di negara kita bisa dijaga”.

Lalu, Deny Purnama Untung mengatakan dalam statusnya, penumpang komplain, bagus itu soalnya nyangkut nyawa. Lain hal dengan Dilla Farael, “Sy pernah bawa duren, sdh dikupas, disimpan dlm kotak, dibungkus kresek hitam, ditaburi kopi asli, di bngkus berulang kali dan ditaburi kopi setiap dibungkus, sampai tidak tercium... Tetap saja diambil petugas... Padahal durennya cuma satu”.

Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub M. Pramintohadi Sukarno sebelumnya meminta kepada pihak maskapai penerbangan dan pengelola bandara agar mengacu pada SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku untuk penanganan dan pengangkutan kargo.  Ataupun barang-barang berbau menyengat supaya tidak mengganggu kenyamanan penumpang.

Menurutnya, membawa durian, terasi, ikan asin dan barang berbau menyengat ke pesawat memang tidak dilarang. Sebab durian tidak termasuk kategori dangerous goods. "Tapi dalam penanganannya ada SOP dan harus mengacu pada SOP tersebut," ujar Pramintohadi dalam keterangan presnya (6/11).

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Retri Maya kembali memastikan bahwa membawa buah durian merupakan sebuah tindakan yang tidak menyalahi aturan dalam penerbangan. ”Mengangkut durian dalam penerbangan itu merupakan hal yang biasa dilakukan oleh setiap maskapai sejauh dikemas dengan baik dan masuk ke dalam kargo sesuai dengan SOP,” tandasnya.

Maya membantah jika jumlah durian yang diangkut maskapainya sebanyak tiga ton. Sebab tiga ton merupakan berat keseluruhan bagasi dan kargo. ”Angka itu juga masih jauh dari kapasitas MTOW (maksimum untuk melakukan take off dan landing, Red),” katanya.

Maya memastikan bahwa dalam setiap penerbangannya faktor keselamatan dan keamanan menjadi aspek yang sangat diperhatikan. Kejadian durian di dalam bagasi Sriwijaya Air juga mendapat perhatian Kemenhub. (nas/dai) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #durian-di-pesawat 

Berita Terkait

IKLAN