Sabtu, 17 November 2018 10:30 WIB
pmk

Headline

Klaim HRS Jadi Korban Intelejen

Redaktur: Juni Armanto

Habib Rizieq Shihab. Foto: Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Imam Besar Umat Islam yang juga pendiri ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) dikabarkan ditahan polisi Kerajaan Arab Saudi karena diduga memasang bendera kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS). Menanggapi kabar tersebut, Kuasa Hukum FPI Munarman SH secara tegas membantah. Menurut dia,  Habib Rizieq hanya menjalani pemeriksaan selama satu hari. "Itu pemeriksaan atau wawancara biasa 1x24 jam. Tidak ada penahanan,"  tegasnya saat dikonfirmasi INDOPOS di Jakarta, Rabu (7/11).

Dia menjelaskan, kondisi HRS saat ini dalam kondisi sehat dan sudah kembali ke rumahnya. "Beliau sudah pulang,"  tandasnya. Ketika disinggung kasus apa yang dialami HRS,  Munarman secara tegas menyebut HRS menjadi korban fitnah. "Ini adalah false flag operation atau operasi intelijen licik menggunakan bendera yang dilarang, yang telah dilakukan untuk menjebak HRS di kediamannya di Makkah, Arab Saudi," cetus Munarman.

Berdasar laporan yang diterima oleh FPI, Munarman pun mengungkapkan ihwal kasus tersebut bermula. Diperkirakan pada waktu Subuh, Senin (5/11) ada orang yang mendatangi kediaman HRS untuk memasang bendera bertuliskan kalimat tauhid yang diduga bendera ISIS secara diam-diam di tembok luar belakang rumah HRS, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.

Setelah memfoto, mereka membuat laporan ke polisi patroli bahwa rumah HRS diduga sebagai sarang ISIS dengan menunjukkan foto yang mereka buat. Dalam waktu singkat pihak keamanan Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak empat Jeep dan sebuah sedan, sekitar pukul 08.00 pagi sudah mengepung kediaman HRS dan mencabut bendera tersebut. "Mereka lalu memanggil warga Saudi pemilik rumah dan meminta untuk mengontak HRS agar keluar dari rumah," ungkap Munarman.

Saat itu,  lanjut Munarman, Habib Rizieq sedang terkena flu berat dan demam tinggi usai Salat Subuh dan sarapan pagi bersama keluarga, lalu meminum obat dan tidur. Namun tak lama beristirahat HRS dibangunkan putri dan istrinya yang terkejut melihat dari jendela lantai atas rumah banyak aparat keamanan Saudi. HRS segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka. HRS pesankan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apa pun alasannya.

Saat terjadi perbincangan antara HRS dengan aparat keamanan Arab Saudi, kata Munarman, saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah kediaman HRS, ada orang yang membidik dengan camera super canggih dari jarak sekitar 40 sampai 50 meter. Ini diketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari orang yang menjaga rumah HRS selama ini. "Anehnya, belum ada satu jam HRS dibawa kepolisan Saudi, salah seorang asisten pribadi HRS di Makkah mendapat kontak dari salah seorang pegawai KBRI Riyadh menanyakan tentang kondisi HRS. Dan dijawab oleh asisten bahwa HRS baik tanpa menceritakan apa yang sedang terjadi," jelas Munarman.

Sebelumnya, Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel membenarkan bahwa HRS telah ditangkap oleh kepolisian Arab Saudi. Menurutnya,  HRS ditangkap aparat karena diduga memasang bendera yang diduga bendera ISIS di tembok belakang rumahnya yang berada di Kota Makkah. "Hasil penelusuran dari Diplomat Pasukan Khusus yang kami berangkatkan ke Makkah, diinformaskan bahwa benar pada 5 November 2018 sekitar pukul 08.00 WAS tempat tinggal HRS didatangi oleh pihak kepolisian Makkah karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis," ucapnya dalam keterangan persnya yang diterima oleh INDOPOS,  Rabu (7/11).

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah (intelijen umum), HRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekkah pada hari Selasa, tanggal 06 Nopember 2018 sekira pukul 16.00 WAS.  "Dan pada 6 November 2018 pukul 20.00 Waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf KJRI, HRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Makkah dengan jaminan," beber Agus. Lebih lanjut, selaku Dubes, Agus Maftuh mengaku akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak di Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada HRS. (dil) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #habib-rizieq-shihab #korban-intelejen 

Berita Terkait

IKLAN