Politik

PBB Kritik Gerindra tentang Balas Jasa Dukungan di Pilkada Belitung

Redaktur: Ali Rahman
PBB Kritik Gerindra tentang Balas Jasa Dukungan di Pilkada Belitung - Politik

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Ferry Noor

INDOPOS.CO.ID - Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB), Afriansyah Ferry Noor menjawab pernyataan Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia raya (Gerindra) AS Kobalen lantaran menyinggung politik balas jasa karena dukungan partai terhadap kakak kandung Yusril Ihza Mahendra saat Pilkada di Belitung Timur (Beltim) beberapa tahun lalu.

Menurut dia, pernyataan Kobalen itu tidak terkait dengan ucapan Yusril yang menuntut calon presiden Prabowo Subianto dapat memberi jaminan agar Partai Gerindra tidak 'menggergaji' atau menggerus suara partai koalisi termasuk suara PBB andai bergabung ke dalam tim sukses pasangan capres-cawapres nomor 02 itu di pemilu legislatif 2019 nanti.

"Saya mengkritik AS Kobalen karena telah mencampuradukan persoalan istilah gergaji dengan koalisi Gerindra bersama PBB saat Pilkada Belitung tahun 2016. Itu pernyataan ngaco karena tak ada korelasi antar dua hal tersebut," kata Ferry Noor kepada INDOPOS di kantor DPP PBB, Sabtu (10/11/2018).

PBB, menurut Ferry, sudah all out membantu Prabowo Subianto - Hatta Rajasa maju di Pilpres 2014. Kemudian membantu Sandiaga Uno dalam Pilgub DKI 2017. Dia menjelaskan, soal istilah menggergaji yang dimaksud Yusril itu adalah pembagian zona daerah pemilihan (Dapil).

“Yakni bagaimana Ketua Umum partai kami hanya meminta apa ada jaminan PBB bisa menang di dapil yang sama ada caleg Gerindra-nya, jika PBB berkoalisi di dalam Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi," papar dia.

Sedangkan, mengenai persoalan dukungan Gerindra pada kakak kandung Yusril, Yuslih Ihza Mahendra di Pilkada Beltim lebih didasari karena figuritas calon kepala daerah itu. "Karena partai-partai mendukung calon di Pilkada melihat elektabilitas. Yusril itu bagus, makanya Gerindra ikut berkoalisi," ucap dia.

Atas dasar itu, dengan adanya keputusan Yusril yang menjadi kuasa hukum dari paslon Jokowi-Ma'ruf jangan dibawa-bawa ke persoalan internal partai.

"Jadi kami meminta elit Gerindra jangan memperunyam masalah. Masing-masing saja dan jangan urusin internal PBB," tukasnya.

Lebih lanjut, jika Partai Gerindra masih mempersoalkan keberadaan Yusril di kubu Jokowi-Ma’ruf, maka dirinya juga meminta agar Prabowo-Sandi membuka poin-poin draft aliansi.

"Masalah poin-poin draft aliansi kenapa tidak dibicarakan undang semua partai pendukung. Itu yang jadi persoalannya kenapa Bang Yusril menyebut jangan sampai ada "menggergaji" suara PBB oleh antar partai koalisi, khususnya Gerindra," pungkasnya.

Yusril Ihza Mahendra menegaskan, bahwa dia tidak mendukung Prabowo-Sandi lantaran takut 'digergaji' Partai Gerindra. Ahli hukum tata negara ini mempertanyakan soal nasib-nasib partai pendukung Prabowo-Sandi, terutama soal strategi disiapkan agar partai-partai pendukung pasangan tersebut juga berjaya di Pileg 2019.

Prabowo-Sandi, kata Yusril, tidak memiliki jawaban pasti. “(Misal) Saya Anda minta jadi timses kampanye Prabowo-Sandi, dari Papua sampai Aceh tiap hari dan malam (kampanye), tapi saya caleg, mendukung Anda jadi capres, tapi di lapangan digergaji Gerindra saya bisa dipermalukan sebagai ketua partai,” papar Yusril.

“Sandiaga bilang, nanti bakal kami bicarakan dengan Prabowo tapi sampai hari ini tanpa jawaban," kata Yusril di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalam Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).

Pernyataan ini langsung memancing reaksi dari Ketua DPP Partai Gerindra, AS Kobalen mengungkapkan, Yusril pernah meminta secara langsung ke Partai Gerindra agar membantu politisi PBB , Yuslih Ihza Mahendra , sekaligus sang kakak kandung untuk maju pada Pilkada Belitung Timur 2016 silam.

"Yusril suatu hari menghubungi saya minta agar bisa bertemu dengan Hashim Djojohadikusumo agar sang kakak mendapatkan dukungan Gerindra sebagai calon bupati Belitung Timur tanpa syarat dan tanpa uang mahar apapun.," ungkap Kobalen, Jumat (9/11/2018). (dil)

Berita Terkait


Baca Juga !.