kampus kreatif

Mengenal Bayu Kertanegara, Peraih Medali Perak Asian Games 2018

Redaktur: Ahmad Nugraha
Mengenal Bayu Kertanegara, Peraih Medali Perak Asian Games 2018 - kampus kreatif

BERPRESTASI – Bayu Kertanegara, mahasiswa Fisip Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), sekaligus pelari estafet 4x100 meter.FOTO:Dokumen Pribadi

INDOPOS.CO.ID – Perhelatan Asian Games 2018 lalu sukses membuat dunia berdecak kagum. Pasalnya, Indonesia membuktikan mampu menjadi penyelenggara yang baik. Sebagai tuan rumah, Indonesia juga berhasil meraih posisi keempat dalam pesta olahraga terbesar se-Asia itu. Sebanyak 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu berhasil diboyong kontingen Indonesia.

Keberhasilan kontingen Indonesia meriah posisi keempat pada ajang Asian Games 2018, tak lepas dari semangat juang para atlet yang begitu gigih mengharumkan nama baik merah putih. Satu di antaranya adalah Bayu Kertanegara. Ia berhasil meraih medali perak pada cabang olahraga Lari Estafet 4x100 meter bersama Muhammad Zohri, Fadlin, dan Eko Rimbawan.

Atlet kelahiran 15 Desember 1997 itu, berhasil finish dengan waktu 38,77 detik pada hari keempat perlombaan cabang olahraga atletik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Bayu sudah menekuni dunia olahraga atletik sejak dirinya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD). Awalnya, Bayu hanya sekadar coba-coba. Namun, kebiasaannya itu menjadi suatu hal yang ia tekuni sampai ia berhasil meraih medali perak di Asian Games 2018.

“Awalnya hanya diajak latihan biasa saja. Tapi setelah kelas 2 SMA, mulai tertarik dan berpikir mau masuk pelatihan nasional. Akhirnya, di tahun itu juga saya masuk pelatihan nasional dan menekuni atletik sampai saat ini,” kata Bayu, mahasiswa Fisip Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) ini.

Untuk menjadi seorang atlet yang andal, disiplin dan keseriusan menjadi hal yang wajib dalam menjalani latihan-latihan. Pemusatan pelatihan atletik dilakukan di Amerika selama satu bulan lamanya dijalani oleh Bayu.

Menurut Bayu, seluruh negara yang turut berpartisipasi dalam ajang Asian Games 2018 memiliki atlet-atlet yang hebat. “Semua negara punya kelebihannya masing-masing. Tapi yang paling sulit dilawan adalah Jepang dan China,” ujar Bayu saat ditanya oleh pihak Diamma.

Selain di ajang Asian Games, Bayu Kertanegara juga mengatakan bahwa ia mengikuti banyak kejuaraan sepanjang tahun 2018 ini. “Kejuaraan di tahun 2018 cukup banyak. Waktu itu di Amerika, yang di mana dalam satu bulan bertanding sebanyak empat kali. Lalu di Korea, saat kemarin Idul Fitri,” tuturnya.

Awalnya, Bayu sempat kewalahan mengurus dan mengatur waktu untuk latihan sebagai atlet cabang olahraga atletik sekaligus menjalani kuliahnya sebagai seorang mahasiswa. Namun, seiring berjalannya waktu, Bayu mulai terbiasa dengan pembagian waktu itu.

Untuk menjadi seorang atlet yang dapat ikut di berbagai ajang kompetisi, seorang atlet harus berprestasi dan sanggup mengikuti segala aturan yang sudah ditetapkan. “Dipilih bukan hanya sesuai prestasi, tapi juga sesuai kesanggupan si atlet yang bersangkutan. Baik dari segi fisik, waktu, ataupun hal lainnya,” tutupBayu. (mtp1)

Baca Juga


Berita Terkait

Ekonomi / Wisuda Esa Unggul Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Nasional / Suka Sains, Yuk Masuk Prodi Ini

Nasional / Telusuri Fakta Sebelum Bersikap

Nasional / Surga Potensi Energi Panas Bumi Indonesia

Nasional / Ratusan Produk Mahasiswa Unisnu Dipamerkan

Nasional / Sipeko, Cegah Kerusakan Dini Pembangkit Listrik


Baca Juga !.