Banten Raya

Gubernur Ajak Warga Teladani Semangat Brigjen KH Sjam'un



Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Gubernur Ajak Warga Teladani Semangat Brigjen KH Sjam'un

 - Banten Raya

Gubernur Banten Wahidin Halim

INDOPOS.CO.ID - Gubernur Banten Wahidin Halim mengapresiasi disematkannya gelar Pahlawan Nasional terhadap salah satu pahlawan asal Banten yaitu Brigjen KH Sjam'un dari Presiden RI Joko Widodo.

Gubernur mengajak seluruh masyarakat Banten agar menumbuhkan semangat perjuangan dengan meneladani sosok Brigjen KH Sjam'un.

”Mari kita semua meneladani perjuangan KH Sjam’un dalam memerdekakan Repubik Indonesia dengan melawan penjajahan,” ujar Gubernur yang akrab disapa WH.

WH menjelaskan, Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan Brigjen KH Syam'un sebagai Pahlawan Nasional melalui keputusan Presiden RI No. 123/TK/2018 tanggal 6 November 2018 yang diserahkan langsung kepada keluarga besar Brigjen. KH Syam'un. Ia berharap, dalam momentum ini apa yang diberikan kepada Brigjen. KH Syam'un, dapat memotivasi masyarakat Banten untuk bisa meneladani perjuangan beliau.

Seperti diketahui, Brigjen KH. Sjam'un merupakan pendiri Perguruan Islam Al-Khairiyah Citangkil, Kota Cilegon.

Beliau lahir pada 5 April 1894 dari pasangan taat beragama H Alwiyan dan Hj Hajar. Brigjen KH. Syam’un masih keturunan dari KH. Wasid tokoh “Geger Cilegon” 1888 saat perjuangan melawan Pemerintah Kolonial Belanda.

Pada umur 11 Tahun, KH Sjam’un melanjutkan studi ke Mekkah (1905-1910) dan berguru di Masjid Al-Haram tempat ahli-ahli ke-Islaman terbaik di dunia berkumpul membagi ilmu. Pendidikan akademinya dilalui di Al-Azhar University Cairo Mesir (1910-1915).

KH. Sjam’un pernah bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA), sebuah gerakan pemuda bentukan Jepang dengan jabatan Dai Dan Tyo yang membawahi seluruh Dai Dan I PETA wilayah Serang.

Selama menjadi Dai Dan Tyo KH. Sjam’un sering mengajak anak buahnya untuk memberontak dan mengambil alih kekuasaan Jepang. Keterlibatan KH. Sjam’un dalam dunia militer mengantarkannya menjadi pimpinan Brigade I Tirtayasa Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian berganti menjadi TNI Divisi Siliwangi.

Karier KH Sjam’un terbilang gemilang hingga diangkat menjadi Bupati Serang periode 1945-1949. Pada awal Kemerdekaan, KH.Sjam'un berhasil meredam gejolak sosial di Banten, peristiwa itu terkenal dengan peristiwa Dewan Rakyat pimpinan ce Mamat.

Pada Tahun 1948 meletus Agresi Militer Belanda II yang mengharuskan KH. Sjam’un bergerilya dari Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang hingga Kampung Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Daerah ini menjadi tempat tinggal salah satu gurunya KH. Jasim. Di Kampung ini juga, Brigjen KH. Sjam’un meninggal pada tahun 1949 karena sakit saat memimpin gerilya dari hutan sekitar Kamasan. Pada saat meninggal, pangkat militer KH Sjam'un adalah Kolonel, karena jasa-jasanya, kemudian mendapat kenaikan pangkat anumerta menjadi Brigadir Jenderal Anumerta. 

"Jika sekarang tidak melawan penjajah, tapi kita melawan arus globalisasi. Dan generasi Milineal yang harus bisa mengambil hikmahnya" ungkap Gubernur.(yas)

Berita Terkait

Banten Raya / Laporkan Bila Ada Kecurangan Lelang Proyek

Banten Raya / Wahidin Bagikan 4 Ribu Sertifikat Tanah Gratis

Banten Raya / Ombudsman dan DPR RI Apresiasi Gubernur Banten

Banten Raya / Wahidin Bantah Ikut Campur Jabatan ASN

Banten Raya / Wahidin Siap Berlomba Kebaikan dengan Ulama



Banten Raya / Gubernur Minta ASN yang Malas Mundur


Baca Juga !.