Nasional

Diduga CVR Rusak, Evaluasi Lion Air

Redaktur: Juni Armanto
Diduga CVR Rusak, Evaluasi Lion Air - Nasional

Lion Air Dok.Indopos

INDOPOS.CO.ID - Cockpit Voice Recorder (CVR) Pesawat Lion Air PK-LQP belum ditemukan. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga bahwa alat tersebut rusak saat pesawat mengalami kecelakaan atau sebelumnya. Di sisi lain Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan evaluasi kepada manajemen Lion Air.

Ketua KNKT Soerjono Tjahjono menuturkan bahwa pihaknya bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada Minggu lalu kembali mendatangi center point jatuhnya Boeing 737 MAX-8. Tujuannya adalah untuk mencoba melakukan uji coba meletakkan pinger ke dalam lumpur. Ini untuk mengetahui apakah CVR yang terendam lumpur tidak terdeteksi oleh pinger. ”Ternyata pinger yang dimiliki (BPPT, Red) masih bisa mendeteksi walaupun CVR terendam lumpur,” ucapnya di Jakarta, Senin (12/11).

Dari hasil penyidikan tersebut, Soerjanto menyimpulkan bahwa CVR dalam kondisi rusak. Selama ini ada spekulasi bahwa sinyal pinger yang lemah karena CVR terendam lumpur yang tebal. Tim KNKT masih kesulitan menemukan CVR pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10) lalu. Meski demikian, KNKT tetap akan mencari CVR. ”Alat tersebut sangat vital untuk penyelidikan. Sebab diketahui apa percakapan pilot dan yang dilakukan sebelum kecelakaan,” ujarnya.

Salah satu pencarian dengan melibatkan sepuluh orang penyelam Basarnas. Selain itu, KNKT juga mendatangkan perahu yang bisa menyedot lumpur. ”Kami coba datangkan kapal dengan teknologi sub-boottom profiling juga. Ini agar bisa mendeteksi benda-benda di dalam lumpur,” tuturnya di Kantor Kemenhub.
Di sisi lain Flight Data Recorder (FDR) masih dianalisa. KNKT telah menemukan beberapa kode dari hasil rekaman FDR. FDR yang sudah ditemukan KNKT berisi informasi mengenai rekaman data flight seperti kecepatan, arah hingga ketinggian.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan laporan spesial audit untuk Lion Air. Laporan tersebut dia serahkan kepada KNKT untuk bahan penyidikan. Sayangnya, dia enggan menyebutkan isi laporan tersebut. ”Untuk sanksi kepada Lion Air, kami akan menunggu hasil investigasi KNKT,” tuturnya.

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada Senin (12/11) siang kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah berjenis kelamin pria antara lain Shandy Johan Ramadhan, Deryl Fida Febrianto, dan Firmansyah Akbar.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro menerangkan, konfirmasi tersebut telah disampaikan pukul 18.00 WIB kemarin, setelah adanya rekonsiliasi serta kecocokan hasil tes forensik dan ante-mortem dengan data DNA yang sebelumnya sudah diberikan pihak keluarga kepada tim DVI Polri. "Atas nama Lion Air, mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga dan handai taulan," ujar dia pada INDOPOS.

Pihak Lion Air, sambung Danang, malam kemarin, juga sudah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga melalui upacara yang berlangsung di RS Bhayangkara R. Said Sukanto (RS Polri), Jakarta. Penyerahan dari Lion Air diwakilkan Director of Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering. Hingga saat ini total yang sudah teridentifikasi 82 jenazah, dengan rincian laki-laki 62 orang dan wanita 20 orang. (lyn/agm/ibl)

 

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Nasional / Pukul Pegawai Hotel, Pilot Lion Air di Grounded

Nasional / Keluarga Korban Lion Air JT-610 Tagih Kepastian

Nasional / KNKT Bantah Rekaman CVR Lion Air JT 610 Bocor

Ekonomi / Lion Air Tergelincir, 8 Penerbangan Tertunda

Headline / Penantian Selama 78 Hari


Baca Juga !.