Rabu, 12 Desember 2018 08:38 WIB

Nasional

Djan Faridz Akhirnya Menyerah

Redaktur: Nurhayat

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Djan Faridz tidak hanya mengibarkan bendera putih (menyerah), akan tetapi mundur dari posisi ketua umum. Alhasil, gerbong yang selama ini dibawahinya menyatakan bakal islah dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dinakhodai oleh Romahurmuziy alias Romi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Muktamar Jakarta atau Djan Faridz, Sudarto mengatakan, Djan Faridz telah resmi mengundurkan diri dari kursi ketua umum. Oleh karena itu, pihaknya akan mengukuhkan Humphrey R Djemat sebagai pelaksanakan tugas (plt) ketua umum.

Sudarto juga mengaku, pihaknya akanmenggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada 15-16 November 2018 di Hotel Acacia, Jakarta Pusat. ”Di Mukernas akan dikukuhkan Pak Djemat sebagai ketua umum. Tentu ini akan menghabiskan periode tersisa sampai tahun 2019,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/11).

Lebih jauh, sambung Sudarto, keputusan tersebut dihasilkan melalui rapat pleno yang dihadiri petinggi PPP. Sehingga, hasilnya memutuskan Djemat menjabat sebagai Plt ketua umum. ”Ini tidak untuk lima (tahun, Red), tetapi sampai 2019 saja,” tukasnya.

Dalam Mukernas nanti, lanjutnya, pihaknya akan membahas dua agenda penting, yaitu eksistensi PPP Muktamar Jakarta dan sikap politik pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Ia menambahkan, Mukernas akan menghasilkan beberapa keputusan strategis terhadap langkah politik di pemilu 2019. Pasalnya, PPP perlu mengambil peran dalam dinamika politik nasional agar eksistensi partai tetap ada. ”DPP PPP mencermati perkembangan politik nasional, juga pemilihan presiden. Kita juga fokus terhadap eksistensi PPP agar mendapatkan kursi di Senayan,” tegasnya.

Sudarto menambahkan, nampaknya penyelenggaraan Mukernas sempat mengalami hambatan sehingga harus pindah lokasi. ”Kami menjadwalkan tempat Mukernas pindah ke Auditorium Gedug Galeri Jalan Talang Jakarta Pusat,” ujarnya.

Alasannya, tutur Sudarto, ada pihak luar yang mengintervensi penyelenggaran Mukernas. Apalagi, lanjutnya, undangan Mukernas sudah dibagikan ke 34 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) seluruh Indonesia, tokoh senior partai, dan empat organisasi massa pendiri PPP fusi 1973. ”Ada intervensi pemerintah atau pihak polisi tidak mengizinkan pihak Hotel Acacia  untuk menjadi tempat Mukernas,” bebernya.

Sekretaris Jenderal PPP kubu Romi, Arsul Sani mengatakan, Mukernas PPP Muktamar Jakarta alias kubu Djan Faridz ilegal. Alhasil, pihaknya mengancam memperkarakan karena telah mencatut lambang partai. ”Bukan hanya ilegal tapi juga liar. Kami akan memperkarakan secara pidana jika mereka lanjutkan, karena telah memalsukan stempel partai, kop surat dan menggunakan lembaga partai secara tidak sah,” ujar Arsul saat dikonfirmasi, Senin (12/11).

Di sisi lain, anggota Komisi III DPR RI itu, pihaknya menyambut jika kubu Djan ingin melakukan islah. Namun, tidak dengan menggunakan cara yang ilegal. Namun, sebaiknya bersilaturahmi secara baik-baik. ”Kalau sisa-sisa kelompok Djan Faridz mau islah atau rekonsiliasi dengan kami, maka kami buka pintunya dan persilakan mereka bisa bersilaturahmi ke kami. Namun, tidak usah bikin ulah dengan membuat forum-forum illegal seperti Mukernas,” jelasnya.

Arsul mengecam kubu Djan seolah mengatasnamakan PPP ingin menyelamatkan partai menembus ambang batas parlemen empat persen. Dia juga menyindir, justru orang-orang Djan kebanyakan caleg gagal. ”Apalagi masih mengklaim diri sebagai DPP PPP. Ini cara yang salah langkah total. Mereka ini bukan orang-orang yang punya pengaruh di PPP yang bisa menambah atau mengurangi suara. Kebanyakan malah caleg-caleg langganan gagal di pemilu-pemilu lalu,” jelasnya.

Arsul menegaskan, kubu Djan tak punya legal standing. Sebab,  berdasarkan keputusan MK dan MA, kepengurusan yang sah adalah Ketum M Romahurmuziy dan Sekjen Arsul Sani. Kemenkum HAM, KPU dan Bawaslu juga mencatat itu sebagai kepengurusan yang sah dan diakui. ”Secara sosial mereka juga tinggal segelintir orang, karena mayoritas pengikutnya sudah bergabung dengan kami dengan menjadi pengurus dan caleg di berbagai tingkatan,” tuntasnya. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ppp #djan-faridz 

Berita Terkait

RUU PKS Didesak Segera Disahkan

Nasional

Disindir PAN Dukung Penista Agama, PPP Sewot

Nasional

PPP Muktamar Jakarta Resmi Dukung Prabowo-Sandi

Headline

Romy Klaim Tak Ada Dualisme PPP

Nasional

Humprey Cs Dukung Prabowo

Nasional

IKLAN