Senin, 10 Desember 2018 11:15 WIB

Headline

Eni Bantu Biayai Suksesi Suaminya, Ini Kata KPK

Redaktur: Darul Fatah

PEMERIKSAAN INTENSIF: Tersangka suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih. Foto: Akbar Budi Prasetia/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih mengaku, uang suap yang dirinya terima sebagian digunakan untuk biaya pemenangan suaminya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Temanggung. Uang yang digunakan itu sudah dikembalikan kepada KPK.

Hanya saja, KPK berpendapat bahwa pengembalian uang itu ke KPK tidak akan menghilangkan pidana terhadap Eni Maulani Saragih. “Eni sudah mengembalikan sejumlah uang ke KPK dalam tiga tahap dan tentu saja pengembalian itu tidak menghilangkan pidana, karena Eni tetap kami proses sampai di penuntutan saat ini dan dalam waktu dekat akan dibawa ke persidangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

KPK juga tidak menutup kemungkinan pengembalian uang itu sebagai sikap kooperatif tersangka kepada KPK. “Tentu pengembalian itu akan dihitung misalnya sebagai silap kooperatif dan bisa menjadi salah satu faktor yang meringankan. Karena, sanksi pidana yang dikenakan itu cukup tinggi, maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara,” papar Febri. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsi #kpk #suap-pltu-riau-1 

Berita Terkait

IKLAN