Banten Raya

Tol Serang - Rangkasbitung Beroperasi Akhir 2019

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Tol Serang - Rangkasbitung Beroperasi Akhir 2019 - Banten Raya

Rendy Dwiandika Manager Legal PT Wika Serang-Panimbang. Foto: DOK.PRIBADI

INDOPOS.CO.ID  - Konsorsium pembangunan jalan tol Serang-Panimbang (Serpan) sepanjang 83,677 kilometer yang melintasi Kota/Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang terintegrasi dengan jalan tol Tangerang-Merak terus dikebut agar tahun 2019 tol tersebut sudah dapat difungsilan.

Bahkan untuk mempercepat pembangunan, PT Wijaya Karya (WIKA) Serang-Panimbang melalui BPN Lebak melakukan pembayaraan ganti rugi di sesi prioritas I Serang-Rangkasbitung di tiga desa di Kecamatan Cibadak sebanyak 64 bidang yaitu Desa Pasar Keong 27 bidang, Kaduagung 17 bidang dan Desa Bojongleles 64 bidang.

“Hari ini kami lakukan pembayaran ganti rugi sebanyak 64 bidang di 3 desa di Kecamatan Cibadak,” ujar Manager Legal PT Wika Serang-Panimbang Rendy Dwiandika kepada INDOPOS, Selasa (13/11).

Menurut Rendy, dalam pekan ini akan dilakukan pembayaran ganti rugi lahan sebanyak dua tahap yaitu kecamatan Cibadak, Cikulur dan Cileles dengan nilai mencapai Rp 40,4 miliar.

“Untuk hari Kamis (15/11) nanti akan dilakukan juga pembayaran ganti rugi sebayak 183 bidang di Desa Muara Dua, Kecamatan Cikulur dan Desa Gemuruh serta Desa Cipadang Kecamatan Cileles ,” cetusnya

Dikatakan, pihaknya sekarang sedang mempercepat pembebasan lahan untuk sesi I, agar tahun 2019 tol Serpan dari Serang ke simpang susun Pasir Genduk, Rangkasbitung bisa rampung dikerjakan. Untuk memperlancar pembangunan tol Serpan, pihaknya berencana akan menambah pembebasan lahan seluas 4 hektare di Desa Kaserangan, Kabupaten Serang. Namun, lahan yang akan dibebaskan tersebut belum masuk dalam SK Penlok (Penepata Lokasi ) dari Gubernur Banten dan menunggu persetujuan dari BPJT (Badan Pengelola Jalan Tol).

Rendy menyatakan penambahan bakal lahan tersebut karena berdasarkan design Junction Walantaka, sebagaian fisik konstruksi berada di lahan yang tidak masuk dalam Penlok. ”Memang ada rencana penambahan untuk pembebasan lahan, tetapi design final belum approve dari BPJT,” cetusnya.

Kendati masih ada sebagian lahan milik masyarakat yang belum dibayarkan ganti ruginya, namun pihaknya optimistis akhir tahun 2019 mendatang, ruas tol Serang-Rangkasbitung yang dikerjakan oleh konsorsium dan pemerintah tersebut sudah bisa beroperasi. ”Akhir tahun 2019 ruas tol Serang-Rangkasbitung sudah bisa beroperasi,” tegasnya.
Hal senada dikatakan pelaksana lapangan PT Pembangunan Perumahan (PP) Dimin yang mengerjakan pembangunan interchange atau simpang susun Cikeusal, Kabupaten Serang dan simpang susun Pasir Gendok optimistis pengerjaan pembangunan simpangan susun dan ruas tol Serpan akan berjalan sesuai dengan rencana, kendati masih ada sekitar 20 persen lagi lahan yang hingga kini belum berhasil dibebaskan oleh pemerintah dan BPJT di Kecamatan Cibadak dan Kecamatan Cikulur.

”Meski masih ada sekitar 20 persen lagi lahan milik masyarakat yang belum berhasil dibebaskan, namun kami optimistis pengerjaan pembanguan ruas tol Serpan akan selesai sesuai dengan target. Untuk simpang susun Cikeusal ditargetkan selesai bulan Apil 2019, dan simpang susun Pasir Gendok pada akhir tahun ini,” katanya.

Terpisah, Kepala BPN Kabupaten Lebak Ady Muchtadi mengatakan, pembebasan lahan jalan tol Serang-Panimbang di Kabupaten Lebak melintasi empat kecamatan yaitu Kecamatan Cibadak, Cikulur, Cileles dan Banjarsari. Namun, di lapangan ada beberapa persengketaan yang terjadi di antaranya masalah kepemilikan lahan, termasuk persengketaan masyarakat dengan PTPN VIII di Kecamatan Cileles.

Kendati demikian, kata Ady, sengketa itu tidak menjadikan hambatan dalam pembebasan, karena berdasarkan undang-undang (UU) pembayaran ganti rugi lahan bisa melalui konsinyasi, dengam menitipkan uang ganti rugi melalui Pengadilan Negeri (PN) setelah adanya kekuatan hukum yang dimenangkan dalam persengketaan kepemilikan lahan tersebut. “Sesuai dengan penugasan dan arahan dari Kanwil BPN Banten, kami terus mengebut pembayaran ganti rugi tol Serpan,” kata Ady.

Sahroni (49), warga Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur yang menerima ganti rugi lahannya seluas 360 meter terkena pembangunan tol Serpan, mengaku lega setelah menerima uang ganti rugi dari pemerintah sesuai dengan harga taksiran tim apraisal.

”Alhamdulillah, hari ini kami sudah menerima uang ganti rugi yang langsung dikirimkan melalui rekening,” ujar Sahroni saat ditemui INDOPOS di gedung Golkar Lebak, jalan Hardiwinanangun, Rangkasbitung, Selasa (13/11). (yas)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.