Banten Raya

Disdukcapil Siap Jemput Bola Warga Badui

Redaktur: Sumber Rajasa Ginting
Disdukcapil Siap Jemput Bola Warga Badui - Banten Raya

Ilustrasi E-KTP. Foto: Dok. Indopos

INDOPOS.CO.ID - Sedikitnya dua ribuan warga Baduy, Desa Kanenekes, Kecamatan Leuwidamar hingga saat ini belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP).

Berdasarkan data resmi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lebak, dari 8.887 warga Baduy, yang wajib memiliki KTP sebanyak 6.619 orang. Yang telah melakukan perekaman atau memiliki e-KTP baru sebanyak 4006 orang, di antaranya 2.387 berjenis kelamin pria dan 1.619 berjenis kelamin perempuan.

Kepala Disdukcapil Lebak, Ujang Bahrudin mengatakan dari total jumlah penduduk Baduy yang mencapai 8.887 jiwa, baru sebagian yang melakukan perekaman data.

“Yang wajib memiliki e-KTP yaitu sebanyak sebanyak 6.700 orang. Namun dari hasil pendataan dan perekaman yang telah kami lakukan secara langsung di wilayah Baduy, baru sebanyak 4.006 warga Baduy melakukan perekaman serta memiliki e-KTP,” kata Ujang Bahrudin, Selasa (13/11).

Menurutnya, masih adanya warga masyarakat adat baduy yang belum memiliki e-KTP, diakibatkan karena tempat tinggal warga baduy yang terpencar sehingga tidak bisa dipaksa untuk melakukan perekaman e-KTP.

Ujang menambahkan, untuk memastikan seluruh warga Baduy memiliki e-KTP, pihaknya sudah meminta agar aparat Desa Kanekes memberikan pemahaman pentingnya memiliki identitas diri.

“Mudah-mudahan warga Baduy yang belum memiliki e-KTP bisa secepatnya melakukan perekaman di kantor kami, atau jika memang diperlukan, kami yang akan datang lagsung ke wilayah Baduy,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Disdukcapil Lebak, Ahmad Nur, pihaknya akan terus berupaya agar warga Baduy yang belum melakukan perekaman segera datang ke Disdukcapil atau pihaknya yang datang langsung ke Baduy.

“Kepemilikan e-KTP sangat penting bagi masyarakat di Lebak termasuk warga Baduy, untuk itu yang belum memiliki e-KTP harus segera melakukan perekaman,” tukas Ahmad Nur. (yas)

Baca Juga


Berita Terkait

Hukum / KPK Beri Sinyal Bakal Ada Tersangka Lagi pada Kasus e-KTP

Megapolitan / Usai Pemilihan Presiden, Kota Bogor Kekurangan Blangko KTP-el

Megapolitan / 91 Tahanan Kehilangan Hak Pilih

Megapolitan / Puluhan Ribu Warga Belum Lakukan Perekaman e-KTP

Nasional / Warga yang Belum Rekam E-KTP Tersisa 3,4 Juta Orang 

Daerah / Tambah Hari Pelayanan e-KTP


Baca Juga !.