Nasional

Kapitalisasi Demokrasi Rusak Mentalitas

Redaktur: Nurhayat
Kapitalisasi Demokrasi Rusak Mentalitas - Nasional

DISKUSI- Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nurwahid, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PDIP Ahmad Basarah, dan Pakar dari LIPI Siti Zuhro menjadi narasumber diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema Memaknai Perjuangan Pahlawan Nasonal, di Media Center Gedung Nusantara III Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).FOTO:CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Penegakan demokrasi liberal tidak selamanya sejalan dengan kultur bangsa Indonesia. Bahkan, hal itupun dapat dimaknai tak menghargai para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah menilai, penegakan demokrasi liberal tidak selamanya sejalan dengan kultur bangsa Indonesia yang ramah-tamah dengan menunjung tinggi etika dan kesantuan.

”Penerapan demokrasi yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kultur sebuah bangsa, maka akan menimbulkan kontraksi sosial, politik dan sebagainya,” ujarnya dalam diskusi 4 Pilar MPR RI bertajuk 'Memaknai Perjuangan Pahlawan Nasional' di Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Menurut Basarah, sebuah sistem, termasuk demokrasi liberal yang dipaksakan diterapkan di Indonesia, akan bertabrakan dengan kultur asli bangsa Indonesia yang ramah-tamah dengan menunjung tinggi etika dan kesantuan.

Pada tahun politik saat ini, kata politisi PDIP itu, penerapan demokrasi liberal yang bebas mengekspresiden semua pandangan dan paradigmanya, kepentingan politik dan sebagainya, kemudian cenderung menimbulkan suasana tidak kondusif. ”Banyaknya pernyataan negatif dan ujaran kebencian yang dimunculkan di ruang publik membuat antarelemen masyarakat menjadi tegang,” ujarnya.

Dia menambahkan, banyaknya kampanye negatif, ujaran kebencian dan hoaks, membuat ruang publik menjadi penuh dengan wacana yang tidak substansial dan nyinyir. Dalam konteks menjaga persatuan bangsa, melontarkan pernyataan negatif, ujaran kebencian dan hoaks, menjadi seperti hal yang lumrah di ruang publik. ”Bahkan, di kalangan elite pun terjadi saling melontarkan kampanye negatif,” ucapnya.

Melalui momentum hari pahlawan pada tahun ini, menurut Basarah, hendaknya bangsa Indonesia dapat bersatu dan dapat menedalani perjuangan para pahlawan untuk sama-sama menjaga persatuan bangsa.

Diamini Wakil Ketua MPR RI lainnya, Hidayat Nurwahid, generasi muda ke depan harus merawat Pancasila dan NKRI. Para pahlawan telah merelakan jiwa dan raganya untuk Kemerdekaan RI. ”Mereka itu berbeda agama, suku, budaya, golongan, juga parpol, tapi tetap bersatu untuk NKRI,” tambah politisi PKS itu diacara yang sama.

Sementara, pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro menuturkan, demokrasi liberal yang pernah terjadi di era tahun lima puluhan kembali terjadi di Indonesia dengan ancaman yang lebih mengkhawatirkan. Saat ini muncul kapitalisasi demokrasi di tengah media massa yang partisan. Kapitalisasi demokrasi juga dinilai telah banyak merusak mentalitas wakil rakyat maupun pejabat.

Menurutnya, kapitalisasi demokrasi telah banyak merusak mentalitas wakil rakyat maupun pejabat. Padahal, partai politik sebagai penghasil kader pemimpin bangsa harus ikut membangun mentalitas yang baik.

Sedangkan pada sisi lain, lanjut Siti, di tengah maraknya korupsi, media massa juga ikut menjadi partisan sehingga sulit untuk menyampaikan kritik terhadap kondisi yang mengkhawatirkan tesebut. ”Parpol melalui pimpinannya harus bertemu, mau kemana negara ini. Kembalikan demokrasi ke jalan yang benar dengan kekuatan social society,” imbuhnya.

Siti Zuhro juga menilai, sejak 20 tahun terakhir, terjadi politisasi hampir di semua aspek termasuk media massa sehingga menimbulkan ketidakpercayaan antarsesama anak bangsa. (aen)

 

Berita Terkait

Headline / Kualitas Demokrasi Dinilai Merosot

Nasional / Sebut Demokrasi Alami Kemunduran

Netizen / Demokrasi Sebagai Sarang Perjudian


Baca Juga !.