Hukum

Kasus Dugaan Suap, KPK Nyatakan Penyidikan Bupati Labuhan Batu Telah Rampung

Redaktur: Heryanto
Kasus Dugaan Suap, KPK Nyatakan Penyidikan Bupati Labuhan Batu Telah Rampung - Hukum

Bupati Labuanbatu Pangonal Harahap mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Rabu (18/7/2018). Foto: Ismail Pohan/ INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penyidikan terhadap Bupati Labuhan Batu nonaktif Pangonal Harapan telah selesai. Selanjutnya berkas akan segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Unum (JPU).

“Penyidikan untuk PHH (Pangonal Harahap) Bupati Labuhan Batu telah selesai hari ini, Rabu (14/11/2018). Berkas dan tersangka diserahkan penyidik ke Penuntut Umum,” kata Febri Diansyah, lewat pesan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (14/11/2018).

Kasus ini sendiri bermula dari Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK, 17 Juli 2018. Saat itu Pangonal Harahap dicokok KPK bersama Pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Syahputra. Di dalam pertemuan itu sebenarnya ada seseorang bernama Umar Ritonga, tapi ia berhasil kabur dan masih buron hingga saat ini.

Dalam penangkapan itu KPK mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 576 juta. Uang itu diduga merupakan bagian dari permintaan Pangonal yang totalnya berjumlah Rp 3 miliar. KPK juga mengidentifikasi uang sebesar Rp 500 juta pemberian Effendy yang masih berada di tangan Umar. 

Uang itu diduga bersumber dari pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantau Prapat. Dalam perkembangannya, KPK pun menemukan indikasi Pangonal menerima Rp 48 miliar dari fee proyek di Labuan Batu sepanjang 2016-2018.

Pangonal sendiri rencananya akan dipindahkan ke Rumah Tahanan Tanjung Gusta Medan, Sumatera Utara untuk menjalani persidangan. Rencananya sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan. (cr-1)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.