Rabu, 12 Desember 2018 08:42 WIB

Nasional

Dugaan Suap Perizinan Meikarta, Mudzakir: Keterangan Saksi Muter Kanan Muter Kiri

Redaktur: Heryanto

Pakar Hukum Pidana Prof. Dr. Mudzakir.

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sampai saat ini sudah melakukan pemeriksaan terhadap 69 orang saksi di tingkat penyidikan. Ini terdiri dari, 12 orang pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, 17 dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan 40 orang dari pihak Lippo Group.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi, KPK menemukan adanya ketidaksingkronan keterangan saksi dari pejabat dan pegawai di Lippo Group. Pakar Hukum Pidana Prof. Mudzakir mengatakan KPK jangan mengandalkan keterangan saksi, lebih baik KPK fokus untuk mencari alat bukti.

“Jadi begini, kita jangan mengandalkan saksi terlebih dulu. Karena saksi itu bisa muter kanan muter kiri dalam memberikan keterangan. Yang paling penting KPK itu mencari dukungan alat bukti dulu. Yang mana itu bisa menjadi kunci,” kata Mudzakir Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta saat dihubungi INDOPOS, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Kasus ini, nilai Mudzakir, merupakan kasus korupsi korporasi yang dipastikan melibatkan oknum pejabat. “Kasus ini kan sudah pasti korporasi, pasti yang bermain. Mana mungkin kalau dia buat sesuatu di daerah situ dan engga ada suap. Itu tidak mungkinlah. Tarik korelasi saja, kalau memberikan sesuatu kepada pejabat negara pasti ada hubungannya sama pejabat yang ada di situ,” cetusnya. (cr-1)


TOPIK BERITA TERKAIT: #meikarta #mudzakir 

Berita Terkait

Izin Meikarta Bukan Kewenangan KPK

Nasional

BERITA FOTO : James Riady di KPK

Nasional

IKLAN