Kamis, 13 Desember 2018 06:11 WIB

Nusantara

116 Huntara Siap Dihuni, Pemkot Palu Usul Daerah Tondo Sebagai Titik Relokasi

Redaktur: Folber Siallagan

SIAP HUNI-Wapres Jusuf Kalla meninjau huntara. Fajar/jpg

INDOPOS.CO.ID - Kementerian PUPR akan membangun 1.200 Hunian Sementara (Huntara) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala. Dari 1.200 unit, saat ini sudah dalam proses penyelesaian sebanyak 116 unit untuk secara bertahap dapat dihuni mulai pertengahan Desember 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan untuk mempercepat pembangunan huntara, masing-masing kontraktor dari BUMN Karya akan terus melakukan penambahan tenaga kerja sehingga waktu kerja dapat ditambah hingga malam hari dengan sistem shift. Jumlah unit huntara yang dibangun akan bertambah dengan  perkembangan data pengungsi yang membutuhkan.

Huntara yang dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi, dibagi menjadi 12 bilik dimana setiap biliknya akan dihuni oleh satu keluarga. ”Rencananya pertengahan Desember pengungsi sudah bisa masuk ke huntara," kata Menteri  Basuki.

Basuki mengatakan, huntara digunakan sebagai transit pengungsi dari tenda sampai dengan hunian tetap dan relokasi permukiman selesai. Tiap unit huntara diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 500 juta. Huntara akan dilengkapi dengan 4 toilet, 4 kamar mandi, septik tank, tempat mencuci, dapur dan akan dilengkapi listrik 450 watt untuk setiap bilik.

"Untuk pemasangan listrik dan pembayarannya akan dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM dan PLN, pasti ada kebijakan tersendiri untuk membantu pengungsi," ujar Basuki.

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, dari 1.200 huntara yang direncanakan, lokasi yang sudah terverifikasi tersebar di 48 titik, yakni di Donggala 9 lokasi, Palu 21 lokasi, dan Sigi 18 lokasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 506 unit rencana huntara sudah memiliki rencana tata letaknya (layout) dan sebanyak 116 unit dalam proses penyelesaian. ”Sehingga secara keseluruhan dari target 1200 unit telah tercapai progres fisik sebesar 19,27 persen,” kata pak Arie.  

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di setiap unit Huntara yang dibangun, Kementerian PUPR juga melakukan pengeboran sumur air tanah dengan perkiraan kebutuhan total air sebesar 45 liter/detik dengan kebutuhan masing-masing di Palu sebesar 18 liter per detik, Donggala 8,51 liter per detik, dan Sigi 18,5 liter per detik. ”Dari total 42 titik rencana pengeboran sumur, sebanyak 8 titik telah selesai diuji geolistrik,”kata Arie lagi.

Kementerian PUPR juga tengah melakukan perbaikan kerusakan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 12 lokasi yang tersebar di Palu, Donggala dan Sigi. Dari ke 12 lokasi, SPAM Salena IPA di Kota Palu telah selesai perbaikannya, sementara SPAM Duyu I (Gawalise)  dengan layanan 20 liter perd detik progres perbaikannya sudah 50 persen.

Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo alias Pasha kemarin berkunjung ke kantor Kementerian Sosial (Kemensos). Pasha di antaranya menyampaikan rencana relokasi permukiman warga. Dia menjelaskan saat ini kondisi di Kota Palu berangsung pulih atau kondusif. Pendistribusian logistik juga berjalan dengan baik untuk menjamin kebutuhan korban gempa dan tsunami.

Pasha mengatakan Pemkot Palu maupun Pemprov Sulawesi Tengah masih menunggu kajian untuk mencari titik lokasi yang pas guna pembangunan hunian tetap (huntap). ’’Yang diusulkan Pemkot Palu ada di daerah Tondo,’’ katanya.

Namun ada hambatan ketika membangun hunian tetap di daerah Tondo. Sebab lahan yang diincar Pemkot Palu di Tondo bersifat hak guna bangunan (HGB). Untuk itu dia berharap Presiden Joko Widodo bersedia memfasilitasi urusan ini. Supaya ada sebagian layan di Tondo yang bisa digunakan untuk membangun huntab.

Pasha menjelaskan rencananya huntap yang dibangun sebanyak 10 ribu unit. Untuk menampung hunian sebanyak itu, dibutuhkan lahan seluas 400 sampai 500 hektar. (tau/wan/jun)


TOPIK BERITA TERKAIT: #116-huntara-siap-dihuni #pupr 

Berita Terkait

Program Sejuta Rumah Optimistis Tercapai

Nasional

300 Jembatan Gantung Harus Jadi Tahun Ini

Nasional

Jalan Trans Papua Sudah Tembus Jayapura

Nasional

IKLAN