Rabu, 12 Desember 2018 08:03 WIB

Nusantara

Tujuh Petani Tewas Kena Jebakan Tikus

Redaktur: Folber Siallagan

MAKAN KORBAN-Sawah yang dipasangi jebakan tikus. RADAR MADIUN/JPG

INDOPOS.CO.ID – Jebakan tikus modifikasi yang diberi aliran listrik memakan korban nyawa manusia di Ngawi, Jawa Timur. Terhitung sejak Januari—November 2018, tujuh nyawa petani melayang. Mereka tewas akibat perangkap pemberantas hama tikus. Polres Ngawi tak akan membiarkan peristiwa jatuhnya korban jiwa terus belanjut. ’’Kami akan proses sesuai hukum yang berkaitan dengan hilangnya nyawa seseorang,’’ kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu kemarin (13/11).

Natal –sapaan Pranatal Hutajulu– mengungkapkan, pemasang jebakan tikus itu akan dikenakan pasal 359 KUHP mengenai kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Jika terbukti, penerapan hukum tidak hanya pada pemilik sawah. Melainkan semua pihak terlibat yang turut membantu membuat jebakan tersebut. ’’Pihak yang membantu pemasangan ikut memenuhi unsur pidananya,’’ ujarnya.

Tujuh nyawa manusia melayang akibat jebakan tikus bukan jumlah yang sedikit. Sudah terbukti betapa mengancamnya cara memberantas hama dengan memanfaatkan aliran listrik. Natal menyayangkan jalan pintas yang dipakai petani untuk memerangi hama tikus dengan cara demikian. ’’Masuk tindakan ilegal itu. Sudah jelas berpotensi tinggi menghilangkan nyawa orang lain,’’ tegas Natal. (mg8/c1/ota)


TOPIK BERITA TERKAIT: #petani-tewas-kena-jebakan-tikus 

Berita Terkait

IKLAN