Kamis, 13 Desember 2018 06:13 WIB

Nasional

Kasus Dugaan Suap Meikarta, KPK Endus Adanya Ketidaksingkronan Keterangan Saksi

Redaktur: Heryanto

Bupati Bekasi nonaktif Neneg Hassanah Yasin resmi menjadi tersangka kasus dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta di Bekasi. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya ketidaksingkronan antara keterangan pejabat dan pegawai Lippo Group. Namun, KPK belum bisa memberikan keterangan secara gamblang siapa saja yang memberikan kesaksian yang tidak singkron itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Selain itu, KPK mengingatkan kepada pihak-pihak untuk mencoba mempengaruhi keterangan saksi pada perkara ini.

“Rinciannya tentu tidak bisa saya sampaikan ya?  Karena itu masuk dalam materi penyidikan. Tapi tentu kami menyampaikan pesan, jangan sampai saksi berbicara tidak benar. Jangan sampai ada saksi yang menyampaikan keterangan palsu sehingga ada ancaman pidana tersendiri,” tegas Febri Diansyah kepada wartawa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/11/2018).

“Yang saya sampaikan itu lebih dalam konteks agar tidak ada pihak-pihak yang berupaya untuk mempengaruhi keterangan saksi. Karena, apabila ada upaya pihak-pihak yang mengarahkan saksi, apalagi menyuruh saksi untuk bohong dalam proses pemeriksaan ada risiko pidana terdapat hal tersebut itu diatur dalam pasal 21 UU Tipikor,” ujarnya. (cr-1)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #meikarta #lippo-group #kpk 

Berita Terkait

Komitmen Bangun Pendidikan Antikorupsi

Nasional

Novel Desak Presiden Bentuk TGPF

Headline

Menristekdikti Apresiasi Pendidikan Antikorupsi

Nasional

Dua Pegawai BUMN Diseret KPK

Hukum

IKLAN