Headline

Damaikan Palestina dan Korea

Redaktur: Juni Armanto
Damaikan Palestina dan Korea - Headline

BILATERAL-Presiden Joko Widodo menyalami Presiden Rusia Vladimir Putin (dua kanan) dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence (kanan) di sela KTT ke-33 ASEAN di Singapura, Rabu (14/11).

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah kepala negara di sela-sela pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Singapura, Rabu (14/11). Selain persoalan ekonomi, isu perdamaian juga menjadi misi Indonesia dalam pertemuan.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison, Presiden kembali mengajak Australia untuk berkontribusi dalam perdamaian Palestina-Israel, yakni yang adil berdasarkan prinsip-prinsip ‘Two State Solution’.

Pada kesempatan itu, Indonesia kembali menegaskan posisinya. "Mengharapkan Australia dapat membantu mewujudkan perdamaian Palestina dan Israel berdasarkan Two State Solution," ujarnya.

Selain Palestina, Indonesia juga mendorong perdamaian di kawasan Semenanjung Korea. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri KTT ASEAN-Korea Selatan. Jokowi menyebutkan tekad kuat yang ditunjukkan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk mengupayakan perdamaian sangat diapresiasi dunia dan berbuah hasil.

Menurutnya, hal itu menjadi satu dari sekian harapan di tengah banyak ketidakpastian yang sedang melanda dunia sekarang ini. "Harapan baru tersebut tidak akan terjadi jika tidak terdapat tekad kuat Presiden Moon untuk mengupayakan perdamaian," ujar Jokowi di Suntec Convention Centre, Singapura.
Indonesia, lanjut dia, bersahabat baik dengan Korea Selatan. Tapi di sisi lain, juga mempunyai hubungan bilateral dengan Korea Utara hingga lebih dari 50 tahun lamanya. Karena itu, Indonesia mendukung penuh kerja keras dan upaya perdamaian yang dijalankan di Semenanjung Korea.

"Pesan dukungan ini telah disampaikan secara konsisten antara lain pada saat pertemuan saya dengan PM Korea Selatan dan Utusan Khusus Korea Utara menjelang pembukaan Asian Games 18 Agustus lalu," kata Presiden.

Meski demikian, Jokowi mengakui bahwa upaya itu tidak mudah. Kedua negara masih membutuhkan waktu dan jalan panjang hingga benar-benar tercipta perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

Secara khusus Jokowi juga mengusulkan untuk mengundang pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam peringatan 30 tahun kerja sama ASEAN dan Korea Selatan yang akan berlangsung pada 2019 mendatang.
"Ke depan, Insya Allah kita akan melihat ASEAN dan dua Korea menjadi pilar penting arsitektur perdamaian dan kemitraan di kawasan demi stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan bersama," ucapnya.

Sementara itu, Jokowi juga menyampaikan tiga kunci untuk menghadapi situasi global, yaitu meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan adil dan bebas dalam hal ini misalnya penyelesaian RCEP sangat penting; memperkuat kerja sama moneter dan fiskal, seperti CMIM; dan memperbaiki fundamental perekonomian domestik memajukan prinsip good governance.

”Saya berharap ASEAN akan dapat terus memperkuat sinergi dengan APEC, G-7 dan juga IMF,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya dalam Working Lunch di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11).
Jokowi mengingatkan bahwa kehadiran kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN di KTT ke-33 ASEAN untuk memperkuat komitmen. ”Kita bertemu di sini untuk memperkuat komitmen agar ekonomi terbuka, multilateralisme dapat terus berjalan. Kita harus dapat membuktikan bahwa perdagangan bukanlah zero sum game. Perekonomian terbuka dan perdagangan dapat menghasilkan win-win result,” tuturnya seperti dikutip dalam laman setkab.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jokowi mengaku tidak ada cara lain, kecuali dengan memperkuat kerja sama sinergi. ”Saya ulangi kerja sama dan sinergi. Pesan ini secara jelas saya sampaikan pada saat pembukaan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali bulan Oktober 2018,” katanya.

Ekonomi dengan Rusia

Di sela-sela KTT ke-33 ASEAN di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11) sore, Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia menjadi isu utama yang diangkat Jokowi dalam pertemuan tersebut. Presiden menginginkan agar target perdagangan USD 5 miliar kedua negara dapat tercapai pada 2020 mendatang, atau meningkat dibanding nilai perdagangan saat ini sebesar USD 2,5 miliar. ”Saya menyambut baik kenaikan hubungan perdagangan kita. Di data kami, perdagangan bilateral meningkat 14,34 persen pada 2017 atau senilai USD 2,52 miliar. Saya berharap target perdagangan USD 5 miliar akan dapat tercapai pada 2020,” kata Jokowi.

Salah satu poin yang dibahas mengenai dukungan positif bagi ekspor CPO (Crude Palm Oil) Indonesia. ”Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO Indonesia,” pinta Jokowi.
Mantan Gubernur DKI itu juga mendorong Pemerintah Rusia untuk meningkatkan volume impor bagi produk-produk perikanan Indonesia. Selain itu, ekspor buah tropis asal Indonesia juga diupayakan untuk dapat ditingkatkan.

Dalam pertemuan itu, Jokowi turut menyampaikan pandangannya soal perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU). Dia mengatakan Indonesia berniat untuk meningkatkan perdagangan dengan EAEU. ”Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif bagi dimulainya perundingan FTA (persetujuan perdagangan bebas, Red) antara Indonesia dengan EAEU utamanya untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017,” kata Jokowi.

Konsep Indo-Pasifik

Ketidakpastian dan tantangan global sangat dirasakan dampaknya banyak negara tak terkecuali negara-negara di kawasan Indo-Pasifik. Menghadapi hal itu, diperlukan kerja sama erat antarnegara-negara di lingkar Samudra Hindia dan Pasifik. Konsep ini telah diangkat oleh Indonesia dalam sejumlah pertemuan regional.
Dalam KTT ASEAN-RRT yang berlangsung di Suntec Convention Centre, Singapura, Rabu (14/11) siang, Presiden Jokowi mengajak ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk saling berkolaborasi di bawah konsep Indo-Pasifik. ”Kita menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan, bukan saja di Samudra Pasifik, tapi juga Samudra Hindia. ASEAN-RRT tidak memiliki pilihan kecuali berkolaborasi menyikapi perkembangan tersebut. Satu isu yang ingin saya garis bawahi adalah pentingnya ASEAN dan RRT memperkuat kerja sama di kawasan Indo-Pasifik,” kata Jokowi.

Dia menekankan prinsip penting mengenai konsep Indo-Pasifik tersebut bahwa Indo-Pasifik tidak hendak mengisolasi satu atau beberapa negara tertentu dalam pergaulan dan kerja sama antarnegara di kawasan. Sebaliknya, sambil menyinggung sentralitas dan peranan ASEAN, konsep Indo-Pasifik menurut Presiden justru dicetuskan untuk meningkatkan keterbukaan kerja sama negara-negara di kawasan itu.

”Kerja sama Indo-Pasifik yang dikembangkan ASEAN saat ini tidak akan mengisolasi negara tertentu. Selama ini ASEAN telah membuktikan mampu membangun arsitektur kawasan yang terbuka, inklusif, dan berorientasi pada kerja sama, bukan persaingan. Sudah lebih lima dekade ASEAN telah membuktikan diri sebagai lokomotif positif perubahan di kawasan,” tegas Jokowi.

Gandeng Cile

Sementara itu pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Presiden Cile Sebastian Pinera, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan kelautan. Di bidang perdagangan, Cile merupakan mitra dagang terbesar ketiga Indonesia di kawasan Amerika Selatan. ”Tahun lalu perdagangan kita naik 22 persen dan mencapai USD 278 juta. Angka ini masih sangat kecil dibanding potensi dua negara kita,” ujar Jokowi di sela KTT ke-33 ASEAN di Singapura, Rabu (14/11).

Karena itu, lanjut dia, dengan adanya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia-Cile, maka perdagangan akan dapat ditingkatkan secara signifikan. ”Saat ini, kami sudah memasuki tahap akhir ratifikasi IC CEPA untuk Trade in Goods. Saya berharap ini dapat berlaku efektif secepatnya awal tahun depan,” ujar mantan Wali Kota Solo itu.

Jokowi menegaskan, Indonesia siap untuk melanjutkan perundingan Trade in Services dan bab mengenai investasi dari Indonesia-Cile CEPA. Isu lainnya yang dibahas adalah mengenai kerja sama kemaritiman Ocean-related issues mengingat kedua negara sama-sama aktif dalam Ocean-related issues. (jaa/nas/far)

 

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Awal Ramadan 1440 H, KNRP Kembali Tembus Gaza

Nasional / Warga London Protes Dukung Palestina

Headline / Pasukan Israel Tembak Mati Warga Palestina

Internasional / Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Rakyat Palestina

Internasional / Serang Gaza saat Ramadan, PKS: Israel Biadab

Internasional / Ramadan, Palestina Vs Israel Capai Gencatan Senjata di Jalur Gaza


Baca Juga !.