Kamis, 13 Desember 2018 06:11 WIB

Nasional

Dapil ‘Neraka’ Jadi Pembuktian Caleg

Redaktur: Purwoko

OPTIMISTIS-Abraham Lunggana alias Haji Lulung maju caleg dari PAN. Foto iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Daerah pemilihan (dapil) paling berat bagi para calon legislatif (caleg) DPR, berada di Dapil DKI III. Karena di dapil yang melingkupi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat tersebut, bercokol nama-nama tenar di dunia perpolitikan tanah air.

Mereka antara lain , Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang maju dari Partai Amanat Nasional (PAN), Grace Natalie dari PSI, dan keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati dari Gerindra, serta Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra juga maju dari dapil yang sama.

Nama-nama calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 itu sudah dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu. Haji Lulung, yang sudah pindah dari PPP ke PAN, dipasang di nomor urut 1. Dulu, saat masih di PPP, Lulung 'hanya' maju di tingkat DPRD DKI. Lulung akan mendapat persaingan dari sejumlah pendatang baru. PSI, yang baru pertama kali ikut pemilu, menempatkan ketumnya, Grace Natalie, di Dapil DKI III nomor urut 5.

Ada pula keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati. Perempuan yang akrab disapa Sara ini merupakan pendatang baru di Dapil DKI III karena sebelumnya dia menjadi anggota DPR dari Dapil Jateng IV. Dia menggantikan kakaknya, Aryo Djojohadikusumo, yang tak lagi maju jadi caleg.

Nama tenar lainnya di dapil ini adalah Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra. Dia juga ada di nomor urut 1. Persaingan di Dapil DKI III ini diprediksi bakal 'keras' karena ada sederet nama anggota DPR incumbent yang maju lagi. Beberapa di antaranya Charles Honoris (PDIP), Effendi Simbolon (PDIP), dan Ahmad Sahroni (NasDem).

Sejumlah pengamat menilai Dapil DKI III ini bisa diibaratkan sebagai dapil ‘Neraka’ karena diisi oleh para politisi papan atas yang tentu bakal bersaing dengan sangat ketat. “Dari seluruh dapil yang pernah kami amati, Dapil DKI III ini adalah yang paling menarik. Para politisi terbaik mewakili parpolnya berada di dapil ini untuk memperebutkan simpati dan suara masyarakat, jadi tidak salah jika ini disebut sebagai dapil ‘Neraka’ dalam artian dapil dengan persaingan terketat,” ujar pengamat poltik M Syaiful Jihad, Rabu (14/11).

Syaiful menilai, dengan berjubelnya politisi terbaik dalam satu dapil, akan memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menentukan pilihan. Mereka dapat menentukan siapa caleg yang akan menjadi wakilnya di Senayan dan menyuarakan aspirasi mereka kelak. “Kami pikir ini sangat positif dan mudah-mudahan dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, Politikus PAN Abraham " Lulung" Lunggana yakin basis pemilih atau konstituennya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan kembali memilihnya pada Pemilihan Legislatif 2019. Lulung diketahui telah dua kali dipilih sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, yakni pada 2009 dan 2014, sebagai kader PPP. Namun, dia memutuskan pindah jadi caleg PAN. "Suara umat yang PPP insya Allah saya hakul yakin umat akan mendukung saya. Jadi, tagline-nya itu, saatnya bela Haji Lulung," tutur Lulung. Pada Pileg 2019 mendatang, Lulung mendaftar sebagai caleg DPR RI daerah pemilihan III DKI Jakarta, yakni Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Dia yakin akan mendapatkan kursi anggota DPR RI periode 2019-2024. "Insya Allah saya akan konsisten, insya Allah saya akan punya komitmen dengan rakyat. Oleh karena itu, saya yakin PAN akan menang di Jakarta bersama Haji Lulung," kata Lulung. (ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #dapil #caleg 

Berita Terkait

Coret Dua Calon dari DCT

Politik

Kursi Dewan Bertambah, Caleg Baru Diuntungkan

Politik

Calon Legislatif Diminta Tertib

Politik

Penertiban APK Caleg Dilakukan Serentak

Politik

Caleg Fogging Ratusan Rumah Warga

Politik

IKLAN