Moms, Ini Cara Mendidik Anak di Era Digital

INDOPOS.CO.ID – Menjadi orangtua di era digital saat ini penuh tantangan. Mudahnya akses informasi di dunia maya, membuat anak dapat mencari tahu sendiri informasi yang ingin mereka dapatkan.

Belum lagi munculnya ragam media sosial. Jika salah digunakan, tak jarang anak justru menjadi korban media sosial baik pelaku ataupun korban bullying.

Founder Komunitas Internet Sahabat Anak Rita Nurlita menjelaskan, pergeseran budaya digital membuat kondisi sosial juga berubah. Banyak orangtua juga asyik sendiri bermain gadget dan kurang terlibat langsung dalam kegiatan anak.

”Di zaman digital semua orang menganggap ”Mbah Google” adalah segalanya. Eksistensi begitu berarti sampai setiap saat harus upload atau update status. Belum lagi banyak pekerjaan yang harus multitasking di depan gadget,” ujarnya saat acara Kelas Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Sisternet di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Kamis (15/11).

Penulis Buku ”Terjebak di Dunia Maya” ini mengatakan, teknologi mampu berfungsi sebagai edukasi, hiburan, komunikasi, dan kreasi. Namun seringkali penggunaan teknologi yang kurang bijak dan disalahgunakan membuat seseorang menjadi kecanduan.

”Anak yang tidak didampingi orangtuanya berpotensi terpapar konten negatif. Banyak media sosial seperti Facebook, Twitter, Path, atau Instagram dapat menjadi ruang cyber bully. Sehingga membuat anak menjadi malas,” tukasnya.

Contoh kasus dampak media sosial adalah pemerkosaan anak akibat perkenalan via jejaring sosial. Belum lagi masalah pornografi dan game online serta kekerasan.

Rita menambahkan, banyak cara menjadi orangtua di era digital. ”Pertama, orangtua harus menjadi teladan bagi anak. Lalu dampingi supaya anak tak terpapar konten negatif. Kritisi konten yang baik atau buruk. Batasi pula penggunaanya dan beri penjelasan dan alasannya,” sarannya.

Menurut dia, tidak mungkin melarang anak tidak bersentuhan dengan dunia maya. Sementara mereka hidup di zaman milenial.

Maka itu, penting mengawasi dan jangan sungkan melakukan diskusi dengan anak. Sebab, lanjut dia, jika bijak digunakan, manfaat teknologi akan sangat besar.

Parental control betul-betul dibutuhkan. ”Salah satunya, jangan tatap HP anda ketika anak sedang berbicara dengan anda,” imbuhnya.

Melihat hal itulah, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menyelenggarakan edukasi pemanfaatan internet guna memperkuat kapasitas pendidikan anak. Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih mengatakan, era digital telah mengubah banyak hal dalam kehidupan. Termasuk kemampuan anak-anak dalam beradaptasi dengan teknologi informasi, membuat mereka jadi lebih mudah mengakses informasi yang berlimpah dari siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

”Untuk itu, dibutuhkan peran aktif orangtua di era digital ini untuk bisa membimbing anak-anaknya agar mampu memanfaatkan keberadaan akses internet untuk tujuan-tujuan yang positif. Termasuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Untuk itu, kami hadir di sini melalui program Sisternet #Kelasliterasidigital,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaidi mengatakan, berdasarkan data ada, sekitar 60 persen dari jumlah penduduk di Kepulauan Seribu telah menggunakan akses internet.

Bahkan jumlah penggunanya mulai dari kalangan anak-anak yang masih di jenjang sekolah dasar. ”Dengan adanya program pelatihan kepada para orangtua dan guru didik ini, kami harapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak di era digital yang tentunya akan dapat berdampak langsung pada peningkatan perekonomian penduduk bahkan peningkatan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu,” tandasnya. (dew)

 

Komentar telah ditutup.